Sesudah Bukittinggi, Padang Panjang Digoyang Gempa 3,0 SR

JAKARTA – Setelah gempa berkekuatan 4,0 Skala Richter (SR) melanda Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, peristiwa serupa juga terjadi di Padang Panjang dengan kekuatan 3,0 SR.

Berdasarkan Twitter Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, gempa susulan terjadi sekira pukul 20.50 WIB, di 0.38 Lintang Selatan-100.44 Bujur Timur yang terletak di 10 kilometer arah timur laut Padang Panjang, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Tambahan info gempa Mag:3.0 SR, 25-Jul-15 20:50:43 WIB, dirasakan di Padang Panjang,” tulis akun twitter BMKG Padang Panjang, Sabtu (25/7/2015).

Meski kekuatan gempa ini kecil, Warga Bukittinggi dan Padang Panjang dilaporkan berhamburan keluar rumah akibat pusat gempa yang berada di darat ini.

Belum ada informasi adanya korban jiwa ataupun kerusakan yang diakibatkan gempa susulan ini. (awl)

SUMBER : http://m.okezone.com/read/2015/07/25/337/1185499/sesudah-bukittinggi-padang-panjang-digoyang-gempa-3-0-sr

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI — Gempa berkekuatan 4.0 Skala Richter (SR) dirasakan oleh warga yang tinggal di daerah Bukittinggi dan Padang Panjang. Gempa tersebut berlokasi di 0.35 LS – 100.43 BT dengan kedalaman 10 kilometer (km) dan berpusat di delapan km sebelah tenggara Bukittinggi.

Kemudian, gempa susulan dengan kekuatan 3.0 SR kembali mengguncang daerah Padang Panjang dan sekitarnya. Gempa tersebut berlokasi di 0.38 LS – 100.44 BT dengan kedalaman 10 km dan berpusat 10 km sebelah Timur Laut Padang Panjang.

“Itu gempa patahan Sumatra di segmen sianok,” kata Ketua Ahli Geologi Indonesia Provinsi Sumatra Barat, Ade Edward, Sabtu (25/7).

Ia menjelaskan, gempa yang berturut-turut tersebut merupakan zona patahan besar yang menyambung. Dikatakannya, karena menyambung itulah sehingga dapat diperkirakan ke mana arah gempa tersebut berjalan. Hanya saja, para peneliti tidak bisa memprediksi kapan waktu terjadinya gempa selanjutnya.

Ade mengatakan, kedua gempa yang baru saja terjadi berada pada satu jalur dengan gempa yang pernah terjadi pada Maret 2007, yang dikenal dengan gempa Solok.

Gempa delapan tahun silam, terjadi akibat dua segmen sekaligus, yaitu segmen sianok dan segmen sumani.
Sehingga, gempa berkekuatan 6,4 SR tersebut mengguncang sepanjang, Solok – Padang Panjang – Bukittinggi – Palupuh (Agam) dan mengakibatkan kerusakan yang sangat besar.

Menurut Ade, kawasan segmen sianok dan segmen sumani mempunyai keunikan, yaitu overlapping artinya ada bagian yang tumpang tindih.

Segmen sianok sampai ke segmen sumani dimulai dari Palupuh – Bukittinggi – Padang Panjang – Batipuh (Tanah Datar) – Sumanik. Kemudian, ke selatannya, segmen sumani, dimulai dari Batipuh – Sumanik – Solok – Alahan Panjang – Gunung Talang.

“Sehingga ada yang overlapping antara Batipuh dan Sumanik, ada dua patahan Sumatra. Satu di bagian barat Danau Singkarak, satu lagi bagian timur Danau Singkarak. Itu lah yang membentuk Danau Singkarak, ada overlapping,” tutur Ade.

Dikatakannya, Batipuh dan Sumanik merupakan daerah yang berisiko tinggi mengalami gempa. Periode ulang gempa merusaknya, yaitu lima hingga 10 tahun. “(Periodenya) singkat, karena banyak dilalui patahan-patahan,” ujar dia.

Sehingga, lanjut Ade, pemerintah daerah setempat harus lebih mengenali karakteristik daerahnya, mana yang beresiko tinggi bencana dan mana yang lebih aman. Selain itu, kata dia, bangunan-bangunan di daerah-daerah tersebut harus siap menghadapi gempa.

Sumber : http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/07/25/ns1xi6284-gempa-getarkan-bukittinggipadang-panjang-terjadi-di-segmen-sianok

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PANJANG, SUMBAR — Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, dua kali diguncang gempa bumi dengan kekuatan yang berbeda pada, Sabtu (25/6).

“Gempa hanya berselang beberapa menit ,” kata salah seorang warga Padang Panjang Geni Santika di Padang Panjang, Sabtu malam.

Geni dan warga lainnya berhamburan lari keluar rumah karena gempa yang dirasakan cukup kuat. ” Gempa yang kedua tidak sekuat yang pertama,” katanya.

Warga lainnya Nengsih juga merasaan hal yang sama. Gempa yang mengguncang Padang Panjang cukup dirasakan warga.

Gempa yang menguncang dua kali itu juga dirasakan oleh warga Tanah Datar bagian barat. “Kami juga merasakan dengan spontan menyelamatkan diri keluar rumah,” kata salah seorang warga Kecematan X Koto, Tanah Datar Dewi.

BMKG Padang Panjang melansir, gempa yang mengguncang Padang Panjang dan sekitarnya itu terjadi dua kali pada pukul 20:17:49 WIB yang berkekuatan 4.0 skala Richter dengan lokasi 0.35 LS dan 100.43 BT berkedalaman 10 kilometer di posisi 8 Kilometer Tenggara Bukittinggi.

Sedangkan gempa yang kedua berkekuatan 3.0 SR terjadi pada pukul 20:50:43 WIB dengan lokasi 0.38 LS dan 100.44 BT berkedalaman 10 Kilometer dan berada pada 10 kilomter Timur Laut Padang Panjang.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Mawardi mengatakan, gempa yang baru terjadi di Padang Panjang itu belum bisa diketahui dampaknya terhadap bangunan baik itu milik masyarakat maupun pemerintah.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan akibat bencana alam, baik itu gempa bumi, tanah longsor dan lainnya,” ujarnya.

Semoga gak ada lanjutan lagi gempa nya
Dan semoga tidak ada korban jiwa

Sumber: http://adf.ly/1LMy6I

Kata kunci terkait:

ina sinononk, cewek, walikota padang panjang tertangkap, sikwap anak smp, gempa sumbar 2 maret 2016

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.