Tokoh JIL Suka Terpilihnya Elit Baru PKS, Sebut Elite PKS Mengalami Liberalisasi

Ulil Sebut Elite PKS Mengalami Liberalisasi Internal

Selasa, 11 Agustus 2015, 09:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla, juga ikut memberikan selamat kepada Muhammad Sohibul Iman yang terpilih menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masa kepengerusan 2015-2020.

“Selamat kepada Mas @msi_sohibuliman untuk jabatan baru sbg Presiden PKS. Semoga bisa membawa PKS ke arah yg kian terbuka,” katanya melalui akun Twitter, @Ulil pada Selasa (11/8).

Sebelumnya Ulil juga menuliskan dan berharap agar PKS perlahan bisa berubah dan menjadi Islam Nusantara. “Insyaallah, akan sampai ke sana suatu saat,” ucapnya.

Bahkan, sambung Ulil, saat ini PKS sudah pelan-pelan mengalami liberalisasi internal. “Indikasinya, elit2-elitnya sudah jarang berjenggot dan celana cingkrang,” ujarnya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru masa khidmad 2015-2020. Muhammad Sohibul Iman, yang juga Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PKS DPR RI, resmi menggantikan Anis Matta.

Musyawarah MS PKS diselenggarakan pada Ahad (9/8) sampai Senin (10/8). Selain menetapkan Sohibul Iman sebagai Presiden PKS, sidang musyawarah juga memutuskan Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP), Taufik Ridlo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP), Mahfuzh Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP, serta Untung Wahono sebagai Sekretaris Majelis Syuro.
http://nasional.republika.co.id/beri…isasi-internal

Siapa Sohibul Iman Presiden PKS yang Baru Itu?
Selasa, 11 Agustus 2015 , 07:52:00 WIB

RMOL. Publik politik Indonesia ada yang terkejut, tiba-tiba mendengar Presiden Partai Keadilan (PKS) sudah berganti. Presiden PKS yang baru, Muhammad Sohibul Iman, dipilih dalam sidang Majelis Syuro di Bandung.

Siapa Sohibul Iman?

Mohamad Sohibul Iman, lahir di Tasikmalaya, 5 Oktober 1965. Mulai aktif berorganisasi sejak duduk dibangku SD, SMP dan SMA, bahkan hingga perguruan tinggi. Sohibul Iman memulai keaktifan organisasinya di pramuka dan OSIS. Pada masa kuliah, Sohibul Iman aktif di organisasi seputar pendidikan dan profesi baik di dalam maupun luar negeri.

Pria yang akrab disapa Sohibul Iman ini, sempat kuliah di IPB, Bogor, Jawa Barat. Namun, pada 1987 Sohibul Iman hijrah ke Tokyo, Jepang, untuk menyelesaikan pendidikan S1, S2 dan S3 dengan program beasiswa penuh.

Sebelum terjun ke dunia politik, bapak dari 3 putra dan 2 putri ini bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

Di dunia pendidikan, Sohibul Iman pun aktif sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Bahkan, Sohibul Iman pernah menjadi Rektor di Universitas Paramadina, Jakarta.

Awal terjun di dunia politik, Sohibul Iman bergabung dengan Partai Keadilan (PK) pada 1998. Saat itu, Sohibul Iman diamanahi sebagai Ketua Departemen Ilmu Pengetahun dan Teknologi-Lingkungan Hidup (IPTEK-LH) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PK.

Setelah itu, pada 2005 hingga 2010 diamanahi sebagai Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi (Ekuintek) DPP PKS. Pada 2010 hingga 2015, Sohibul Iman diamanahi sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS. Selain itu, Sohibul Iman juga diamanahi sebagai anggota Majelis Syuro PKS periode 2005-2010 dan 2010-2015.

Di parlemen, Sohibul Iman mulai menjalankan amanah sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 dari daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta 2, yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri. Di tengah perjalanan sebagai anggota DPR, pada 2013-2014 Sohibul Iman diamanahkan sebagai Wakil Ketua DPR RI yang menggantikan Anis Matta, yang saat itu terpilih sebagai Presiden PKS.

Kemudian, di periode kedua, yakni 2014 Sohibul Iman kembali terpilih sebagai anggota DPR dari Dapil Jabar 11 yang meliputi Kota/Kabupaten Tasikmalaya dan Garut.

Info dari Humas PKS, Presiden PKS yang juga aktif dalam dijejaring sosial media Twitter dengan akun @msi_sohibuliman ini, merupakan presiden keenam yang dimiliki PKS sejak bernama PK. Pertama Nur Mahmudi Ismail, lalu Hidayat Nur Wahid, dilanjutkan dengan Tifatul Sembiring, Luthfi Hasan Ishaaq, dan Anis Matta.
http://www.rmol.co/read/2015/08/11/2…yang-Baru-Itu-

Menag Lukman Berikan Selamat kepada Presiden PKS Baru
Selasa, 11 Agustus 2015, 09:38 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (menag) Lukman Hakim Saifuddin turut memberikan selamat kepada Muhammad Sohibul Iman yang terpilih menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masa kepengerusan 2015-2020. Sohibul Iman dipilih Majelis Syuro (MS) PKS untuk menggantikan Anis Matta. Adapun, Anis Matta ditunjuk sebagai ketua kerja sama internasional PKS.

“Selamat kepada Ust. @msi_sohibuliman atas amanah menjadi Presiden @PKSejahtera . Semoga berkah dan maslahah bagi bangsa..” tulis Lukman lewat akun Twitter, @lukmansaifuddin.

PKS resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru masa khidmad 2015-2020. Muhammad Sohibul Iman, yang juga wakil ketua Komisi X DPR resmi menggantikan Anis Matta.

Musyawarah MS PKS diselenggarakan pada Ahad (9/8) sampai Senin (10/8). Selain menetapkan Sohibul Iman sebagai Presiden PKS, sidang musyawarah juga memutuskan Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP), Taufik Ridlo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP), Mahfuzh Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP, serta Untung Wahono sebagai Sekretaris Majelis Syuro.
http://www.republika.co.id/berita/na…siden-pks-baru

Elit PKS Yakin Tak Akan “Digolkarkan”
27 Maret 2015 12:00 PM

Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi Partai Keadilan Sosial Jazuli Juwaini menegaskan kejadian seperti Golkar dan PPP tidak akan terjadi di partainya. Ia menyebut, bagi PKS jabatan merupakan amanah bukan kehormatan.

“Kejadian itu tidak akan terjadi. Di PKS sudah dididik untuk jangan berlomba mencari jabatan, sehingga konflik tidak ada. Perbedaan pendapat itu biasa,” ujar Jazuli di Jakarta, Jumat (27/3).

Terkait Pemira, Jazuli mengatakan jangan membuat isu-isu terlebih dahulu, karena tahapannya masih panjang.

“Pemira ini singkatan pemilu raya di internal PKS diseluruh indonesia. Untuk memilih anggota majelis syuro di masing-masing provinsi yang dilakukan serentak 29 maret, masih panjang jadi jangan bikin isu-isu dulu,” tutupnya.

Seperti diketahui, setidaknya ada dua partai politik yang saat ini tengah mengalami dualisme kepengurusan, lantaran berbeda arah politik dalam pemilihan ketua umum. Namun, perpecahan itu hanya terlihat dari partai yang tergabung dalam koalisi merah putih (KMP), seperti PPP atau pun Golkar. Kedua partai tersebut, tumbang ketika keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengesahkan kubu yang sejalan dengan pemerintahan Jokowi-JK.

Setidaknya, ada sejumlah parpol yang dalam tahun ini menggelar pergantian pemimpinannya, yakni PKS, Demokrat, dan PDI Perjuangan
http://www.aktual.com/elit-pks-yakin…n-digolkarkan/

Pergeseran Besar di PKS, Ketua Majelis Syuro Diganti, Bagaimana Nasib Anis Matta?

Musyawarah Majelis Syuro PKS memilih eks Mensos Salim Segaf Aljufri menjadi Ketua Majelis Syuro PKS menggantikan Hilmi Aminuddin. Banyak kader bertanya-tanya apakah posisi Presiden PKS yang kini dijabat Anis Matta mampu bertahan.

“Untuk Ketua Majelis Syuro terpilih Pak Salim,” kata salah satu anggota Majelis Syuro PKS.

Informasi ini masih ditutup rapat oleh para anggota Majelis Syuro PKS. Tak satu pun elite PKS berani bicara terbuka soal perkembangan terbaru dari Musyawarah Majelis Syuro PKS.

Namun yang tak kalah jadi misteri adalah posisi Presiden PKS ke depan. Untuk posisi Presiden PKS ke depan, sampai kini belum jelas.

“Belum ada keputusan,” kata Wasekjen PKS Refrizal, Senin (10/8/2015).

Menurut sumber terpercaya di internal PKS memang posisi Anis Matta menjadi presiden PKS masih 50:50. “Presiden PKS dipilih oleh Ketua Majelis Syuro, bisa saja diganti, tapi nggak tahu kalau ada kompromi,” kata sumber tersebut.

Lalu apakah PKS akan merombak besar-besaran pengurusnya setelah pergantian Ketua Majelis Syuro yang notabene adalah posisi tertinggi di partai ini?
http://segalaberita.com/index.php/ne…sib-anis-matta


Iwan Piliang: Presiden PKS Anis Matta Terindikasi Agen Amerika Serikat!
01 Feb 2013
By : Indonesia Today


Anis Matta

itoday – Campur tangan Amerika Serikat ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin tajam setelah Anis Matta menjabat Presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi.

Pernyataan itu disampaikan praktisi citizen reporter, Narliswandi ‘Iwan’ Piliang, melalui akun Twitter @IwanPiliang. “Mungkin tak ada hubungan Dubes AS datang ke KPK, lalu Presiden PKS ditangkap. Namun jika Anis Matta gantikan (Luthfi Hasan Ishaaq). maka campur tangan AS memang tajam,” tulis @IwanPiliang.

Menurut @IwanPiliang, Anis Matta orang dekat Susilo Bambang Yudhoyono. “Anis orang SBY, sahabat AS. Sudah lama saya TL, ‘AM’ terindikasi agen AS. Sudah lama aku TL dia terindikasi agen AS. Hub-nya dengan SBY sangat dekat. Sebagai PI (privat investigator) saya sudah memverifikasi Anis Matta. Rabu lalu Dubes AS ke KPK RI. Sebagaimana saya TL, kalau Anis yang naik, dugaan kental permainan AS,” tulis @IwanPiliang.

Tak hanya itu, bahkan, dengan berani Iwan Piliang menunjuk sejumlah tokoh di partai politik terindikasi ‘orang’ SBY, yang juga mainan AS. “Sudah lama saya TL kalau Idrus di Golkar, Anis Matta di PKS dan Cahyo di PDIP, terindikasi orang SBY. Naiknya Anis Matta, indikasi tajam mainan AS,” tulis @IwanPiliang.

“Dengan naiknya Anis Matta, perlawanan rakyat secara riil terhadap semua partai mutlak. Karena telah menjadi tangan asing mengkooptasi kedaulatan RI. Nyata! Jangan percayai satupun partai lagi! Mrk semuanya tanpa terkecuali dipencudangi oleh tangan-tangan asing yang mengkudeta kedaulatan RI,” tulis @IwanPiliang.
http://www.itoday.co.id/politik/iwan…merika-serikat

Loyalis Jokowi Sebut Pemilihan Petinggi PKS tak Ada Pertisipasi Publik Secara Terbuka

Ketua Dewan Pengawas LP3ES, yang dikenal sebagai ‘loyalis’ Joko Widodo, Rustam Ibrahim, ikut bersuara terkait terpilihnya Ketua Majelis Syuro, Wakil Ketua Majelis Syuro, dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Partai itu lembaga publik, tetapi kesan saya pemilihan Ketua Majelis Syuro dan Presiden PKS tidak terlihat partisipasi publik secara terbuka,” tulis Rustam di akun Twitter‏ @RustamIbrahim.

Partisipasi publik yang dimaksud Rustam adalah tidak ada pemberitaan di media massa. “Paling tidak cukup ramai mendapatkan pemberitaan media sebelumnya,” tulis @RustamIbrahim menjawab pertanyaan akun @TRbinAS.

Diberitakan sebelumnya, mantan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri akhirnya terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui musyawarah Majelis Syuro PKS. Selain memilih Salim Al Jufri, Musyawarah Majelis Syuro PKS juga memilih Muhammad Sohibul Iman sebagai Presiden PKS, menggantikan Anis Matta.
http://www.intelijen.co.id/loyalis-j…ecara-terbuka/

—————————-

Siap-siap aja akan muncul “PKS-Perjuangan”?

Kata kunci terkait:

lokalisasi di klaten, wanita simpanan pejabat pks, cerita pks, tempat lokalisasi di klaten, lokalisasi klaten

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.