[dagingnya ajalah] Waspadai Penyakit Cacing Hati Hewan Kurban

Waspadai Penyakit Cacing Hati Hewan Kurban, Distanak Kutim Bakal Gelar Razia

Waspadai Penyakit Cacing Hati Hewan Kurban

KLIKSANGATTA – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Timur (Kutim) menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit cacing hati yang ada pada hewan kurban. Pasalnya, penyakit tersebut menjadi kini menjadi wabah terhadap ribuan hewan kurban saat ini.

“Penyakit ini menjadi wabah terhadap hewan ternak seperti kambing dan sapi. Karena bulan ini menjelang hari raya kurban kami minta masyarakat untuk lebih waspada. Jadi harus jeli dan benar – benar teliti saat membeli hewan kurban,” kata Kadistanak Kutim Syarifuddin Ginting Selasa (1/9/2015) sore.

Ciri-ciri hewan kurban yang baik kata Ginting sapaan akrabnya yakni harus berperawakan bersih, berbulu halus dan mengkilat, kemudian hidung berair dan bermata bening. Dipastikan hewan kurban itu sehat dan aman dari penyakit, termasuk cacing hati.”Jadi hewan ternak yang sehat itu ada beberapa ciri-cirinya seperti kulitnya bersih, bulunya terlihat mengkilat, matanya bening. Itu salah satu ciri hewan yang sehat,” katanya.

Sedangkan hewan yang memiliki penyakit lanjut Ginting memiliki ciri-ciri berbulu kasar, warna kusam, serta mata yang selalu berair. Hewan kurban seperti itu dipastikan mengidap penyakit. Termasuk ciri penyakit cacing hari pada hewan,”Jika perawakannya buruk, maka baik segera dihindari dan cari yang lain. Ciri-ciri seperti itu biasanya terjadi pada hewan yang memiliki penyakit,” katanya lagi.

Ia mengatakan, guna mengantisipasi hal tersebut pihaknya akan melakukan razia dua minggu menjelang hari raya kurban,”Antisipasinya sama seperti tahun lalu. Kita pastikan akan merazia semua pedagang hewan kurban musiman yang ada di Sangatta,” kata dia.

Selain razia lanjut Ginting, Distanak akan turun langsung saat pemotongan hewan kurban. Hal itu dilakukan untuk memeriksa organ dalam hewan kurban apakan layak dikonsumsi atau tidak.

”Tentunya dari hasil pemeriksaan limpa dan hati sapi maupun kambing, jika ditemukan cacing hati atau infeksi pada limpa yang ditandai dengan tampilan limpa yang bengkak, maka disarankan agar hati dan jeroan hewan kurban tersebut untuk dibuang karena tidak layak di konsumsi, sedangkan daging hewan masih aman dimakan,”katanya

Ia menambahkan, jika hasil pemeriksaan tidak menemukan hewan yang sakit, Distanak akan memberikan label sehat dan masyarakat direkomendasikan untuk membeli hewan kurban di pedagang tersebut. Namun jika sebaliknya, para pedagang terancam tidak boleh menjual hewan kurbannya,

“Kalau hasil razia tidak ditemukan ada hewan yang sakit, lebel sehat dan rekomendasi untuk membeli dari pedagang itu kita berikan. Kalau ada yang sakit jangan di jual ke masyarakat. Tapi untuk lebih amannya sebaiknya membeli hewan kurban dari para peternah di Kecamatan Kaliorang, Rantau Pulung dan Telukpandan. Hewan ternak dari sana kita pastikan tidak ada yang sakit karena kita selalu melakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

“Kalau organ hati yang terkena cacing hati hanya satu persen, hatinya tetap bisa dimakan setelah cacingnya dibuang. Tetapi, kalau terlalu banyak bagian organ yang kena ya harus dibuang,” katanya.

http://m.antaranews.com/berita/45708…na-cacing-hati

Entah mau bahaya mana cacing pita sama cacing hati.
Tapi menurut ane kalau hati sapi udah ada cacing nya mending dibuang, karena cacing bertelur gak beranak. Telurnyansusah dilihat mata telanjang. Mungkin pada pemasakan dgn pemanasan tingkat tinggi telur cacingnya rusak.

Sumber: http://adf.ly/1OKd73

Kata kunci terkait:

bokep hewan, prediksi hewan euro 2016, nama maskot indomaret, ramalan hewan juara liga champions 2016, prediksi cortana wales vs belgia

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.