Inilah Kiai Fuad Amin: Migas Dikorup, Dinas Ampe Buruh Dipalak Terus Kena Herpes

Inilah Kiai Fuad Amin: Migas Dikorup, Dinas Ampe Buruh Dipalak Terus Kena Herpes
Profil Fuad Ali Imron
Dalih jadi PNS, Fuad Amin palak pekerja harian lepas Rp 15 juta
Fuad Amin minta jatah 10 persen dari anggaran Dinkes Bangkalan
Pak Tua Ini, Beli Mobil kayak Beli Kacang Goreng

Pak Kiai Bangkalan Ini Tak Bisa Ikut Sidang akibat Anunya Sakit (??)
Pak Kiai Terdakwa Korupsi Ini Disarankan Pakai Pampers dan Kondom (????)

http://news.okezone.com/read/2015/09…ak-terima-suap
Fuad Amin: Mustahil Pejabat Tak Terima Suap!

JAKARTA – Terdakwa kasus dugaan suap pengurusan jual beli gas alam dan tindak pidana pencucian uang, Fuad Amin Imron mengatakan bahwa setiap calon kepala daerah di Indonesia membutuhkan modal yang sangat banyak, terutama modal materi.

Oleh karenanya, tidak mungkin calon kepala daerah yang akan maju, kata Fuad, berasal dari golongan masyarakat miskin. Mantan Bupati Bangkalan ini juga menyebut mustahil ada kepala daerah di Indonesia yang tidak pernah menerima hadiah atau janji setelah atau sebelum menduduki jabatannya.

“Tidak ada orang miskin yang maju Pilkada. Karena uangnya harus banyak. Untuk bayar ini, itu perlu banyak uang,” kata Fuad Amin saat ditanya Jaksa soal pengeluarannya saat Pilkada yang diikutinya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/9/2015).

“Dan mustahil ada kepala daerah yang tidak menerima hadiah atau janji. Semuanya pasti terima,” lanjut dia.

Fuad Amin menjabat sebagai Bupati Bangkalan, Madura sejak tahun 2003 hingga 2012. Menurutnya, pada tahun pertama mengikuti Pilkada ia tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Karena ia menggunakan karisma keluarganya yang terkenal sebagai tokoh Madura. Fuad merupakan cucu dari Syaikhona Kholil atau ulama besar di Madura.

“Tahun pertama ini pengeluaran saya tidak banyak. Karena saya menggunakan karisma keluarga. Saat itu ada istilah, kalau di Madura tidak pilih saya bakal kualat,” katanya.

Sementara pada periode keduanya atau pada 2008 di mana Pilkada dilakukan secara langsung, Fuad mengaku mengeluarkan uang lebih banyak dari sebelumnya.

“Saat itu Pilkada langsung, meski saya didukung tokoh dan partai, di Bangkalan itu 18 kecamatan, ya kalau diundang tentunya ada uang buat beli minuman, tapi saya lupa waktu itu berapa buat Pilkada,” tegasnya.

Fuad juga mengatakan pasrah atas statusnya sebagai terdakwa, meskipun ia berasal dari keluarga terhormat di Madura. “Saya hidup tidak pernah punya hutang dan tidak pernah menipu orang. Itu prinsip saya. Saya keturunan orang baik-baik, kalau kemudian saya jadi terdakwa saat ini, malu saya. Tapi saya pasrah,” tukas Fuad.

Sumber: http://adf.ly/1OOzGo

Kata kunci terkait:

belii gas erper, kiai yang mengeluarkan uang

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.