Danai Tunjangan 20.257 Anggota DPRD, Jokowi Terbitkan Surat Utang Rp 15 Trilyun

 Danai tunjangan 20.257 anggota DPRD, Jokowi terbitkan surat utang Rp 15 trilyun

Jakarta – Presiden Joko Widodo sudah mengesahkan kenaikan uang kehormatan untuk 20.257 anggota DPRD se-Indonesia. Surat yang diteken akan segera ditindaklanjuti daerah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi di hadapan para anggota DPRD Fraksi PPP se-Indonesia dalam acara Mukernas Bimtek DPRD PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jumat (21/7/2017). Jokowi mengatakan dirinya mendapat laporan uang kehormatan anggota DPRD yang tidak naik sejak 20 tahun lalu.

“Karena yang hadir banyak dari DPRD, perlu saya sampaikan 20 tahun uang kehormatan tidak naik. Kalau yang ini senang semua. Sudah saya tanda tangani. Sudah saya keluarkan,” kata Jokowi.

Baca juga: Ada PP 18/2017, Tunjangan hingga Fasilitas Anggota DPRD Bertambah

Mendengar hal ini, hadirin yang didominasi anggota DPRD Fraksi PPP seluruh Indonesia tersebut langsung bertepuk tangan. Jokowi pun meminta para anggota dewan tersebut untuk menunggu tindak lanjut dari masing-masing daerah.

“Sudah, ditunggu saja. Kalau enggak keliru tiga-empat minggu lalu (diteken). Tindak lanjutnya di daerah,” katanya.

“20 tahun yang namanya uang kehormatan tidak meningkat. Saya tahu, saya tahu. Kan saya pernah jadi wali kota dan gubernur,” tambahnya.

Naiknya tunjangan anggota DPRD termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2017. Ditargetkan, dalam lelang kali ini diperoleh dana minimal Rp15 triliun.

Melansir keterangan yang diterbitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), target indikatif dari lelang kali ini yakni sebesar Rp15 triliun dengan target dana maksimal Rp22,5 triliun. Lelang ini dilakukan dalam rangka mencari pembiayaan yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam APBN.

Lima SUN yang akan dilelang yakni, seri SPN12171109 (Reopening) jatuh tempo pada 9 November 2017. Seri SPN12180809 (New Issuance) jatuh tempo pada 9 Agustus 2018.

Seri FR0061 (Reopening) jatuh tempo pada 15 Mei 2022, dengan tingkat kupon sebesar 7%. Seri FR0074 (Reopening) jatuh tempo pada 15 Agustus 2032, dengan tingkat kupon sebesar 7,5%

Sementara untuk seri FR0075 (New Issuance) jatuh tempo pada 15 Mei 2038, dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) namun tidak dijelaskan besarannya.

Adapun alokasi pembelian non-kompetitif, yakni sebesar maksimal 50% dari yang dimenangkan untuk seri SPN. Sementara untuk seri FR, yakni sebesar maksimal 30% dari yang dimenangkan.

http://economy.okezone.com/read/2017/08/07/20/1751505/lagi-pemerintah-terbitkan-5-sun-untuk-cari-utang-rp15-triliun

https://m.detik.com/news/berita/d-3569035/jokowi-sahkan-kenaikan-uang-kehormatan-anggota-dprd-se-indonesia


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.