Jokowi Janji Akan Lebih Bijaksana Tebar Utang Mulai Tahun Depan

Jokowi janji akan lebih bijaksana tebar utang mulai tahun depan

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga pengelolaan utang secara hati-hati dan bijaksana. Langkah itu siap dilakukan untuk menghasilkan dampak positif terkait pembangunan yang maksimal yang manfaatnya dapat dinikmati masyarakat luas.

Dalam Sidang Paripurna DPR mengenai penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2018 beserta Nota Keuangan, Jokowi mengatakan, meski dengan perluasan pembangunan yang ekspansif selama periode 2015-2017, rasio utang dan defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dijaga tetap terkendali.
Baca Juga :
Defisit Keseimbangan Primer Capai Rp78,4 Triliun
Tambal Defisit 2,19%, Jokowi Rencanakan Utang Rp325,9 Triliun di 2018
Jokowi Sebut Pembangunan Ekonomi Tunjukkan Capaian yang Menjanjikan
BrandconnectKawasaki Pamerkan Versys-X 250 di GIIAS 2017 dengan Program Menarik
“Rasio utang terhadap PDB tetap berada di bawah 30 persen dan defisit APBN di bawah tiga persen. Pemerintah juga akan terus mengurangi defisit primer sehingga kesehatan dan keberlanjutan fiskal selalu dapat terjaga,” kata Jokowi, saat menyampaikan Pidato Nota Keuangan, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.

baca : Tambal Defisit 2,19%, Jokowi Rencanakan Utang Rp325,9 Triliun di 2018

Dengan defisit yang relatif kecil dibandingkan dengan negara-negara anggota G-20 maupun emerging countries lainnya dan pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi maka itu menunjukkan bahwa tambahan utang Indonesia telah menghasilkan peningkatan skala dan produktivitas ekonomi nasional.

Sementara itu, di bidang belanja pemerintah pusat, perbaikan dilakukan melalui peningkatan kualitas belanja dan anggarannya. Peningkatan belanja diarahkan untuk pendanaan program-program prioritas, utamanya pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Hal itu guna menyerap tenaga kerja serta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan,” kata Jokowi.

Beberapa target di bidang infrastruktur telah berhasil Indonesia capai di periode 2015-2016. Pembangunan jalan dan peningkatan kapasitas jalan nasional lebih kurang 7 ribu kilometer, penyelesaian pembangunan empat bandara baru, serta pembangunan jalur kereta baru sepanjang 199,6 kilometer spoor diharapkan akan membuka akses ekonomi yang lebih luas.

“Selain itu, pemerintah juga fokus dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pembangunan dan peningkatan kualitas rumah susun, rumah khusus, dan rumah swadaya sebanyak 210,5 ribu unit,” ungkap Jokowi.

Di sisi lain, sejak 2015, pemerintah telah melakukan reformasi kebijakan subsidi agar lebih tepat sasaran serta melakukan penguatan program-program perlindungan sosial melalui perluasan cakupan bantuan tunai bersyarat Program Keluarga Harapan (PKH) yang semula 3,5 juta keluarga pada 2015 menjadi 6 juta keluarga pada 2017.

Pemerintah juga secara bertahap mensinergikan antar program bantuan sosial, dengan melakukan pengalihan bertahap subsidi pangan beras sejahtera (Rastra) menjadi bantuan pangan nonTunai kepada 1,4 juta keluarga penerima manfaat pada 44 kota.

Sementara itu, untuk mempercepat pembangunan di daerah, melalui anggaran transfer ke daerah dan dana desa, beberapa target pembangunan telah berhasil ditingkatkan. Dengan program Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, pemerintah melakukan peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap infrastruktur dasar.

“Seperti akses terhadap air minum meningkat sebanyak 386,7 ribu sambungan rumah sampai dengan akhir 2016,” tegas Jokowi.

Pemerintah juga mendukung pembangunan ekonomi masyarakat di daerah dengan peningkatan presentase kemantapan jalan provinsi menjadi 71,8 persen, jalan kabupaten/kota menjadi 61,2 persen dan irigasi pertanian seluas 895 ribu hektare. Komitmen untuk membangun daerah dari unit pemerintahan terkecil ditunjukkan dengan capaian-capaian alokasi sana desa.

Sejak dialokasikan pada 2015, dana desa telah menghasilkan 89,8 ribu kilometer jalan desa, 746,4 ribu meter jembatan, akses air bersih untuk 22,1 ribu rumah tangga 1,7 ribu unit tambatan perahu, 14,9 ribu unit PAUD, 4,1 ribu unit Polindes, 19,5 ribu unit sumur, 3 ribu unit pasar desa, 108 ribu unit drainase dan irigasi, 9,9 ribu unit Posyandu, dan 941 unit embung.

Di sisi lain, terkait pembiayaan anggaran, dalam beberapa tahun terakhir ini pemerintah mengambil kebijakan fiskal ekspansif dikarenakan pemerintah berkeinginan mendorong ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, Pemerintah tetap melaksanakannya dengan hati-hati serta menjaga kesinambungan fiskal ke depan.

“Peningkatan pembiayaan utang diarahkan kepada sektor-sektor produktif di masa depan, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan pendidikan dan kesehatan masyarakat, serta pembangunan daerah,” pungkasnya.

http://m.metrotvnews.com/ekonomi/makro/VNn6mqjN-jokowi-siap-kelola-utang-secara-bijaksana


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.