Pemprov Banten Ingin Mengusir Pekerja Cina, Tapi Kewenangan Ada Di Pemerintah Pusat

Pemprov Banten ingin mengusir pekerja Cina, tapi kewenangan ada di pemerintah pusat

BANTEN – Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten, Al Hamidi menyebutkan, ada 10 ribu tenaga kerja asal China yang sudah bekerja di Banten. Puluhan ribu WNA itu dapat bekerja di Banten karena adanya kebijakan dalam penanaman investasi.

“Kenapa China, karena ini paket kebijakan investasi. Masuk uang, masuk orang. Artinya, mohon maaf, proses perizinan mengacu pada kebijakan satu pintu,” katanya di Kompleks Pemprov Banten, Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, Serang, Banten, Jumat (21/7/2017).

Hamidi mengungkapkan, kewenangan perizinan untuk tenaga kerja asing berada di pemerintah pusat. Sehingga, apa yang terjadi di daerah, pemerintah provinsi tidak dapat berbuat banyak.

Berita Rekomendasi
[OKZ] AHM Ajak Konsumen Jajal RC213V-S
Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja, Kemenaker Optimalkan Peran BLK
Upah Belum Dibayar Kontraktor, Puluhan Kuli Bangunan Telantar di Tangsel
“Yang menerbitkan perizinan kementerian, pemerintah provinsi enggak bisa mengatur, ketika (TKA) masuk izin sudah ada, kita tinggal mengawasi. Izin pertama dikeluarkan kementerian, bahkan gubernur tidak bisa menarik izin itu padahal pemprov sendiri kalau bisa maunya mengusir pekerja Cina agar pekerja lokal bisa mendapat pekerjaan, tapi kewenangan ada di kementerian, kalau bisa kewenangan ke kita. Kalau ada TKA ilegal gubernur bisa menarik izinnya atau mengusir yang sudah ada. Ini hanya ingin mempercepat penertiban, bukan masalah juga,” ujarnya.

Menurut Hamidi, satu tenaga kerja asing bekerja di Banten sama saja dapat merebut kesempatan lima tenaga kerja lokal. Sehingga, kehadiran tenaga kerja asing menjadi salah satu sumbangsih angka pengangguran di Banten menempati keempat.

“Tercatat dalam statistik pengangguran di Banten nomor 4 terbesar di Indonesia pada periode semester pertama 2017. Artinya angka pengangguran terbesar di Indonesia, pertama Kalimantan Timur 8,55 persen, Jawa Barat 8,49 persen, Maluku 7,77 persen, Banten 7,75 persen,” tutupnya.

https://news.okezone.com/read/2017/07/21/340/1741596/wow-ada-10-ribu-tenaga-kerja-asal-china-mengais-rezeki-di-banten


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.