Wapres : Ketua Fraksi Nasdem Harusnya Dipenjara

Wapres : Ketua Fraksi Nasdem Harusnya Dipenjara

Jusuf Kalla menghadiri pembukaan acara ‘Tahun Keselamataan Untuk Kemanusiaan 2017-2018’ di bundaran Hotel Indonesia (HI), Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (30/7). (aah.com/Dini Afrianti)
Arah – Wakil Presiden Jusuk Kalla (JK) menanggapi pernyataan Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Laiskodat yang menuding empat partai yakni Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat sebagai partai politik yang mendukung gerakan khilafah yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Dalam hal ini, JK mendukung langkah para pihak yang merasa tersinggung untuk menindaklanjuti pernyataan politisi Partai Nasdem tersebut melalui jalur hukum.

“Ini kan banyak partai yang lanjutkan ke polisi, saya kira itu langkah yang benar,” kata JK saat menghadiri acara wisuda Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, Sabtu (5/8).

JK berharap aparat penegak hukum dapat segera memprosesnya berdasarkan undang-undang yang berlaku, karena diduga meresahkan banyak pihak atas pernyataan Viktor saat berpidato di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:
Terungkap! Ternyata Ratu Elisabeth II Memiliki Hobi Minum Alkohol
https://www.arah.com/video/1909/awas-boneka-ini-bisa-bergerak-memeluk-kamu-saat-tidur.html
Selain itu, ia meminta Viktor untuk bersedia menghadapi proses hukum sebagai tanggungjawab dari ucapannya. Apabila merasa bersalah sebaiknya dapat disampaikan melalui jalur hukum sehingga tidak memicu kegaduhan politik.

“Kalau ada apa-apa saya kira hadapi lewat proses hukum saja, jangan konflik nih, harus dipenjarakan, langsung proses hukum saja, ,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Viktor resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis juncto Pasal 8 ayat 2, Pasal 45 ayat 2, Pasal 4, Pasal 16, Pasal 156, serta Pasal 156A UU KUHP. (Muhamad Ridwan)

https://www.arah.com/article/38103/jk-viktor-laiskodat-harus-tempuh-proses-hukum.html


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.