Ditolak Kader Golkar Jadi Ketua DPR, Ini Fakta Soal Aziz Syamsuddin

Jakarta, Satuswara.com – Langkah Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin duduk di kursi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto makin terjal. Pasalnya, 50 dari 90 Anggota Fraksi Partai Golkar telah menandatangai surat penolakan penunjukan dirinya sebagai Ketua DPR.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, penolakan itu bukan karena pribadi Aziz, namun akibat “cacatnya” prosedur penunjukannya.

“Karena bagaimanapun kan kami sudah menyepakati di dalam rapat pleno pada 21 November 2017, Partai Golkar menunggu praperadilan terkait dengan posisi Ketua DPR,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Penunjukan Ketua DPR pasca Munaslub dinilai relevan dengan dengan suara 31 dari 34 DPD Golkar yang mendorong agar Munaslub segara dilakukan pada pertengahan Desember ini.

Selain itu, proses penunjukan Ketua DPR mengantikan Setya Novanto dinilai harus dibahas melalui mekanisme rapat pleno. Sebab, rapat pleno adalah forum untuk menggelar berbagai kebijakan stategis partai.

“Maka sebaiknya, kami meminta agar penjelasan atas itu semua, ya diselesaikan lewat Munaslub lebih dulu baru ditentukan Ketua DPR-nya,” kata Ace.

Fakta-fakta Terkait Aziz Syamsuddin

Nama Aziz Syamsudin ternyata pernah disebut oleh saksi dalam kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

1. Disebut koneksi Grup Permai
Saat ditanya hakim anggota Hendra Yosfin, Yulianis membeberkan sejumlah politikus yang menjadi perantara Grup Permai.

“Untuk proyek Kejaksaan, Azis Syamsuddin, anggota Komisi III,” ujar dia saat bersaksi untuk terdakwa kasus korupsi anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Angelina Sondakh, Kamis, 4 Oktober 2012, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

2. Disebut menerima suap proyek Simulator

dalam keterangan di persidangan Tipikor, Ketua Panitia Pengadaan Proyek Simulator Ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan mengaku pernah diperintah atasannya, Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo, untuk memberikan sejumlah dana kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

3. Disebut menekan saksi Miryam S. HDitolak Kader Golkar Jadi Ketua DPR, Ini Fakta Soal Aziz Syamsuddinaryani

Komisi Pemberantasan Korupsi membuka rekaman pemeriksaan Miryam S. Haryani saat eks anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat itu diperiksa penyidik. Dalam potongan rekaman tersebut, Miryam mengakui menerima intimidasi dari beberapa anggota Komisi III DPR.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.