Dolar AS Tembus Rp 13.600, Ini Penyebabnya

Rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sekarang dolar AS menembus level Rp 13.600, setelah cukup lama bertengger di level Rp 13.500. Ini pun tercatat posisi terendah dalam sebulan terakhir.

Lemahnya rupiah disebabkan oleh kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed), yang akan diumumkan beberapa hari lagi.

Menurut Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede, investor sebenarnya sudah meyakini akan adanya kenaikan suku bunga acuan AS, seiring dengan perkembangan inflasi dan data pengangguran AS. Investor cukup khawatir menanti proyeksi ekonomi AS dan arah kebijakan di tahun depan.

“Ekspektasi Fed yang agresif terhadap ekspektasi inflasi dan suku bunga AS berpotensi mendorong penguatan dolar AS,” kata Josua kepada detikFinance, Rabu (13/12/2017).

Baca juga: Dolar Tembus Rp 13.600 Lagi

Josua melihat, pergerakan dolar AS juga dipengaruhi oleh hasil pemilihan umum (pemilu) di Alabama, yang dimenangkan oleh Partai Demokrat. Hasil yang mampu menekan dominasi Partai Republik di Senat dan mempengaruhi kondisi politik di negeri paman Sam tersebut.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bersifat sementara. Setelah pengumuman hasil rapat FOMC, maka rupiah bisa kembali ke level sebelumnya.

“Setelah rapat FOMC, tekanan rupiah diperkirakan mereda dan rupiah diperkirakan cenderung stabil di level 13.500 per dolar hingga akhir tahun ini, mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih baik dengan terkendali inflasi, defisit transaksi berjalan yang masih dalam level yang sehat,” papar Josua.

Arah Kebijakan Bank Indonesia (BI) Tak Perlu Berubah

Posisi netral diharapkan menjadi pilihan BI dalam arah kebijakan moneter menyikapi kondisi terkini. Josua memperkirakan suku bunga acuan dipertahankan tetap di level 4,25% serta menetapkan suku bunga Depocit Facility dan Landing Facility di level 3,5% dan 5,0%.

“BI akan tetap fokus dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah jelang pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS dan bank sentral negara-negara maju,” jelas Josua.

Kebijakan tersebut, menurut Josua juga masih konsisten dengan target sasaran inflasi serta upaya menjaga stabilitas rupiah. (mkj/dna)

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-3768493/dolar-as-tembus-rp-13600-ini-penyebabnya?_ga=2.253664588.497296047.1513167282-1480281766.1513167280


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.