Adu Konsep Dan Gagasan Untuk Melawan Kampanye Hitam

[img]mendagri tjahjo kumolo[/img]
Law-Justice.co – Pemerintah yang diwakili Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan beberapa indikator kesuksesan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Salah satunya adalah independensi birokrasi dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

“Ada beberapa indikator kesuksesan pilkada serentak, yaitu independensi pemerintah, penyelenggara pemilu, dan birokrasi pemerintahan,” kata Tjahjo dalam rapat gabungan antara pimpinan DPR, pemerintah, penyelenggara pemilu, dan aparat keamanan, di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.

Selain itu, menurut dia, partisipasi masyarakat yang tinggi disertai tanggung jawab tanpa paksaan sehingga terpilih kepala daerah yang amanah dalam konteks pemilihan yang demokratis.

Dia berharap pelaksanaan Pilkada 2018 yang merupakan tahap ke-3 itu dapat meningkat partisipasi masyarakat karena pada Pilkada 2015 tingkat partisipasi masyarakat mencapai 70 persen, sedangkan pada Pilkada 2017 mencapai 74 persen.

“Pilkada sukses kalau tingkat partisipasi meningkat, di tahun 2015 70 persen, lalu 74 persen di Pilkada 2017 sehingga diharapkan menjadi 80 persen di Pilkada 2018,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Mendagri Tjahjo mengingatkan bahwa pelaksanaan kampanye pilkada harus mengutamakan adu konsep dan gagasan sehingga tidak muncul praktik kampanye hitam.

Dia juga meminta agar setiap pelaksanaan pilkada tidak dilukai dengan praktik politik uang yang bisa mencederai pelaksanaan pesta demokrasi. “Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara sudah membuat surat agar tercipta netralitas Aparatur Sipil Negara,” kata dia.

(Reko AlumReko Alum)


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.