Kemacetan Tanah Abang Dicap Makin Ruwet

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180109113413-20-267608/kemacetan-tanah-abang-dicap-makin-ruwet

Jakarta, CNN Indonesia — Setelah 19 hari penataan kawasan di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemacetan justru makin meluas di beberapa ruas jalan di kawasan Tanah Abang. Kepadatan kendaraan bermotor memperparah kemacetan di sekitarnya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pada Selasa (9/1) pagi hingga siang hari, laju kendaraan tersendat di Jalan Aipda KS Tubun hingga Jalan Kebon Jati Raya yang terletak di depan Blok G dan Blok B Tanah Abang.

Penumpukan kendaraan sering terjadi di Jalan Kebon Jati Raya. Banyak angkutan kota (angkot), bajaj dan Kopaja yang berhenti sembarangan untuk menunggu penumpang.

Puluhan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang mengatur arus lalu lintas di sepanjang Jalan Kebon Jati Raya, seakan tak mampu mengurai kemacetan.

Lihat juga: Anies Klaim Penataan Tanah Abang Berdasar Aturan, Bukan Opini

Beberapa pengendara mengeluhkan kemacetan di kawasan Tanah Abang yang semakin ruwet. Amriuddin, pengendara ojek online, mengeluhkan kemacetan di sekitar Jalan Aipda KS Tubun hingga Jalan Kebon Jati Raya.

“Makin ruwet tuh, macetnya parah, kendaraan menumpuk di jalan ini (Jalan Kebon Jati),” ujar Amriudin saat memangkal di depan Blok G.

Ia yang biasanya melewati Jalan Jatibaru Raya terpaksa memutar jalan lebih jauh untuk mencapai tujuan.

“Biasanya kan lebih cepat lewat jalan depan stasiun (Jalan Jati Baru Raya), tapi ini muternya lebih jauh, ketemu macet pasti di depan Blok G,” ujarnya.

Amruddin juga mengeluhkan omzetnya menurun setelah Jalan Jati Baru Raya ditutup. Sebab, mayoritas pelanggannya adalah penumpang KRL yang turun di stasiun Tanah Abang.

Lihat juga: Ditlantas Polda Metro Jaya akan Rakor Lalin Tanah Abang

Sebelum ditutup, dalam sehari Amruddin mengaku bisa mendapat 7-8 pesanan yang berasal dari penumpang KRL yang turun di Stasiun Tanah Abang. Saat ini, kata dia, pelanggan agak kesulitan untuk memesan ojek online secara langsung di depan stasiun.

“Iya imbasnya ke pendapatan, biasanya kan penumpang ordernya banyak di depan stasiun, ini kalau penumpang mau order enggak bisa jemput di situ lagi,” katanya.

Kemacetan di Tanah Abang Tambah RuwetJalan Jatibaru Raya ditutup bagi kendaraan untuk pedagang kali lima. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Hal serupa juga dikeluhkan Sobirin, supir Kopaja T502 rute Tanah Abang-Kampung Melayu. Ia mengatakan, rekayasa lalu-lintas pascapenutupan Jalan Jati Baru Raya justru menyebabkan penumpukan kendaraan yang semakin parah di jam sibuk.

“Biasanya di jam 8 dan siang jam 12 sampai jam 2, pasti macet parah di situ, katanya sudah ditata tapi enggak mengefek juga,” keluhnya.

Selain menerima imbas kemacetan akibat penutupan Jalan Jati Baru Raya, kini Sobirin harus menerima kenyataan harus berputar arah lebih jauh ke Jembatan Tinggi dan KS Tubun Raya.

“Muternya jadi jauh, sudah benar jaraknya pendek lewat Jalan Jatibaru, malah disuruh muter, habis muter ketemu macet, susah dah,” ketusnya.

Upaya Pemprov DKI Mengurai Macet

Dalam jangka pendek penataan kawasan Stasiun Tanah Abang, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan uji coba rekayasa lalu lintas di sekitar Blok A Tanah Abang hari ini. Pengaturan lalu lintas akan diterapkan khususnya di Jalan KS Tubun 2 (simpang Jl. Katamso) dan simpang Blok A.

“Dilihat dari kinerja lalu lintas yang ada, bottleneck itu menumpuknya di Blok A. Karena Blok A ada dua putaran dan satu lampu merah,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, Kamis (4/1).

Akses Berputar Kendaraan Ditutup, Kawasan Blok A Tanah Abang Dinilai Masih Macet

“Sebetulnya kami sudah ada rilisnya, spanduk dan traffic cone juga ada. Tapi, ya masih banyak yang belum tahu juga, makanya tiap apel pagi saya arahkan anggota supaya menyampaikan di lokasi,” ujar Harlem.

Dikeluhkan pengendara

Berdasarkan pantauan, banyak pengendara dari arah Cideng dan Roxy yang ingin berputar ke arah Auri kaget melihat beberapa traffic cone yang diikat tali tambang satu sama lain menghadangnya untuk berputar arah.

“Di sana ditutup, di sini ditutup, semuanya saja ditutup,” keluh salah seorang pengendara motor yang melintas di depan Blok A.

Demikian halnya dengan seorang ibu yang mengendarai mobil. Petugas Dishub di sekitar lokasi langsung mengarahkan ibu tersebut untuk berputar di tempat lain.

“Yah, kok ditutup sih, Pak? Makin jauh, dong,” ucap ibu tersebut lantaran harus membawa mobilnya berputar di bawah jalan layang depan Stasiun Karet.

Selain itu, beberapa kali pengendara motor nekat berputar di depan Blok A, tetapi niat itu diurungkan lantaran tidak bisa menembus traffic cone yang dipasang berjejer dan diikat tali tambang serta ditambatkan pada beton di sisi kanan kiri akses berputar.

Menyulitkan porter

Ditutupnya akses berputar di depan Blok A Tanah Abang tak hanya menyulitkan para pengendara, melainkan juga para porter atau pembawa barang.
Banyak porter yang terlihat bingung lantaran putaran tersebut ditutup beberapa traffic cone.

“Waduh, ditutup ya. Mesti mutar dong, ini,” ucap seorang porter sambil menyeka keringatnya.

Namun, sebagian lainnya nekat membuka tali tambang yang ditambatkan pada traffic cone agar bisa melintas sambil membawa barang-barang berukuran besar.

Petugas Dishub yang bertugas di lokasi langsung menghalangi para porter membuka ikatan tali tambang di traffic cone.

DUO ANJENGK GOBLOK!


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.