La Nyalla: “Saya Akan Ajak Alumni 212 Untuk Memilih Jokowi Di Pilpres 2019”

La Nyalla: "Saya Akan Ajak Alumni 212 untuk Memilih Jokowi di Pilpres 2019"
Pengakuan La Nyalla Mattalitti mengenai politik uang di tubuh Partai Gerindra beberapa hari lalu sekaligus menegaskan status dirinya di partai tersebut. La Nyalla memutuskan untuk tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra.
Ia merasa kecewa berat terhadap Prabowo Subiyanto karena tak jadi dimajukan pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018. Padahal sebelumnya, Ia telah digadang-gadang sebagai calon gubernur oleh partai berlambang kepala burung garuda tersebut.
Kita ingat permasalahan itu berawal dari adanya permintaan uang oleh Prabowo Subiyanto kepada La Nyalla untuk Pilgub Jatim. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya sebesar 40 miliar rupiah sebagai “mahar” politik.
Namun, karena hingga batas yang ditentukan, yaitu pada 20 Desember 2017 lalu, La Nyalla belum menyanggupi maka pencalonan tersebut dibatalkan sepihak oleh Prabowo Subiyanto. Tak hanya itu, Ia pun mengaku juga dimarahi dan dimaki-maki oleh Prabowo saat dipanggil ke Hambalang.
Oleh karena itu, La Nyalla kemudian memutuskan kuntuk keluar dari Gerindra. Ia merasa disia-siakan oleh Prabowo. Padahal, selama ini dirinya telah mendukung Prabowo dari 2009.
Ia pun menegaskan tak akan mendukung Prabowo Subiyanto lagi ke depannya karena muak dengan orientasi politiknya yang hanya uang. Berikut cuplikan pernyataan La Nyalla tersebut,
“Pertanyaannya, apakah saya akan dukung Prabowo 2019? Saya ini orang bego kalau masih mau mendukung Pak Prabowo Subiyanto. Karena saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 dan 2014. Sampai kemarin pun saya masih kibarkan bendera Prabowo Subiyanto dan bendera Gerindra di Jawa Timur. Kemudian, ada yang tanya, ‘apa saya masih mau di Gerindra?’ Tidak, saya tidak akan mau lagi di Gerindra.”
Tak hanya itu, La Nyalla bahkan akan menarik gerbongnya untuk mendukung Presiden Jokowi dalam Pilpres mendatang.
Ia bersumpah keras ingin mengajak Alumni 212 untuk memilih Jokowi di Pilpres 2019, termasuk anggota Gerindra sendiri.
La Nyalla yakin bahwa pengikutnya di Jatim sepemikiran dengan dirinya. Ditegaskan oleh dirinya bahwa kini Gerindra tinggal kenangan dan ia akan mulai mendekati PDIP untuk mendukung pemerintahan Jokowi lanjut ke periode kedua.
Itulah sekelumit kisah dari kader yang dibuang sendiri oleh ‘majikannya’. Semoga dengan itu menyadarkan publik Indonesia mengenai praktik kesewenang-wenangan oleh pimpinan partai politik seperti Prabowo Subiyanto.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.