Mantap, Pesawat CN 235 Dan Heli Perkuat Pertahanan Indonesia

Pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Pertahanan telah merencanakan pengembangan postur alutsista dengan program kemandirian industri pertahanan.

Inilah tahapan dalam pengembangan alutsista nasional.

Selama tahun 2010-2014 misalnya, tahapan stabilisasi dan optimalisasi industri pertahanan, penyiapan regulasi industri pertahanan, serta penyiapan alutsista baru di masa depan sengaja diarahkan untuk mendukung postur sesuai dengan Minimum Essential Force (MEF).

Sedangkan fase kedua 2015-2019, pengembangan industri pertahanan sengaja diarahkan untuk memiliki kemampuan kerjasama produksi dan pengembangan produk baru seperti medium tank, roket, dan kapal selam, guna mendukung pencapaian MEF dan meraih postur kekuatan pertahanan yang ideal. Sedangkan dalam fase 2020-2024, untuk mendukung postur militer yang ideal, industri pertahanan harus mampu tumbuh secara signifikan dan mampu memproduksi alutsista berteknologi canggih lewat kerjasama internasional.

Sesuatu yang patut menjadi perhatian di Indonesia adalah penguatan industri pertahanan. Industri pertahanan Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menunjukkan geliatnya dengan menyerahkan 3 (tiga) unit Heli Serang, 1 (satu) unit Pesawat Udara CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan 2 (dua) unit Heli Anti Kapal Selam (AKS) kepada Kementerian Pertahanan.

Penyerahan itu berlangsung di Hanggar Fixed Wing PT DI di Bandung, Jawa Barat yang dilakukan secara simbolis antara PT DI dengan Kementerian Pertahanan.

Menhan Ryamizard Ryacudu optimis Indonesia menjadi raksasa ekonomi baru di dunia dalam beberapa tahun yang akan datang. Kondisi ini akan mendorong industri pertahanan dalam negeri yang mandiri. Untuk itu diperlukan komitmen bersama dalam membangun industri pertahanan menuju kemandirian yang pada gilirannya akan mendorong perekonomian Indonesia.

Menurut Menhan, penyerahan sejumlah alutsista yang berlangsung di PT DI ini merupakan wujud dari capaian yang ditunjukkan industri dalam negeri Indonesia dalam menjawab tantangan tersebut. Selain itu juga menjawab tantangan industri masa kini yang begitu pesat dan sarat dengan kompetisi global antar bangsa.

Tentunya, CN 235-220 MPA dan Helikopter AS 565 Mbe Panther AKS akan memperkuat TNI AL. Sedangkan Helikopter Serang AS555AP Fennec akan memperkuat TNI Angkatan Darat. Pesawat CN 235-220 MPA dapat digunakan untuk berbagai macam misi seperti patroli perbatasan dan Zona Ekonomi Ekslusif, pengawasan pencurian ikan dan pencemaran laut, pengawasan imigrasi dan perdagangan manusia, serta penyeludupan narkoba serta barang illegal lainnya.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.