Setya Novanto Bantah Tahu Soal Transfer 2,6 Juta Dolar

[img]setnov[/img]
Sidang perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar hari ini. KPK menghadirkan lima orang saksi, dua diantaranya adalah Monny dan Nenny, kolega Juli Hira pemilik money changer PT Berkah Langgeng Abadi.

Monny dan Nenny mengaku tidak mengenal mantan Ketua Kosgoro itu secara personal. Mereka dihadirkan jaksa KPK, lantaran ingin menggali bukti petunjuk barter dolar yang dilakukan keponakan Setya Novanto, Irvanto H Pambudi dalam kaitannya dengan perkara ini.

Adanya skema transfer barter dolar itu terungkap dalam sidang. Barter 2,6 juta dolar tersebut dilakukan Irvanto dari luar negeri ke Indonesia lewat money changer. Tujuannya agar tak terdeteksi oleh otoritas perbankan.

Tindakan itu berlangsung pada 2012 silam. Dua saksi sebelumnya, Riswan dan Juli Hira juga membenarkan adanya barter dolar tersebut. Riswan dan Juli Hira adalah pedagang valas (valuta asing).

Pada sidang Kamis pekan kemarin, Riswan menyebut Irvanto datang ke kantornya di Jakarta. Saat itu, Irvanto disebut Riswan mengaku mempunyai dolar di luar negeri dan ingin melakukan barter dolar lewat rekening di Singapura.

Karena tidak mempunyai rekening di Singapura, Riswan menghubungi koleganya, Juli Hira, Komisaris PT Berkah Langgeng, perusahaan money changer. Juli kemudian meminta rekannya sesama pengusaha money changer di Singapura untuk mencari klien perusahaan yang ingin membeli US dollar.

Usai mengantongi nomor rekening klien perusahaan, Juli memberikannya ke Riswan. Nomor-nomor rekening itu lalu diberikan Riswan ke Irvanto dan diteruskan ke PT Biomorf Mauritius, perusahaan milik Johannes Marliem.

Jaksa kemudian menampilkan skema aliran uang Biomorf Mauritius yang diterima beberapa perusahaan rekan Juli di Singapura. Perusahaan tersebut yaitu Kohler Asia Pasific sebesar USD 200.000, Cosmic Enterprise sebesar USD 200.000, Sunshine Development sebesar USD 500.000, Golden Victory sebesar USD 186.470, Pasific Oleo USD 183.470, Wua Kong Trading sebesar 250.000 dan Omni Patent sebesar USD 240.200 dan Juli Hira USD 200.000.

Setelah uang masuk ke rekening-rekening itu, Juli memberikan uang dolar miliknya kepada Riswan. Duit ini kemudian diserahkan tunai oleh Irvanto saat itu.

Selesai memberikan kesaksian, hakim mengkonfirmasi Setya Novanto apakah mengenal keduanya. Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu mengaku tak mengenal. Ia juga membantah tahu menahu ihwal transaksi 2,6 juta dolar yang dilakukan Irvanto.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.