Warga Demo Di DPRD Mimika Terkait Pilkada

[img]demo_pilkada[/img]
Timika , Law-Justice.co – Seratusan warga Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menggelar demonstrasi di halaman kantor DPRD setempat pada Senin, sekitar pukul 13.00 WIT, terkait pilkada 2018.

Massa datang menggunakan beberapa unit truk, kemudian membentangkan spanduk yang berisikan aspirasi mereka terkait protes tentang ijazah salah satu calon bupati yang mendaftar sebagai calon bupati pada pilkada serental jilid III.

Salinan aspirasi pengunjuk rasa tersebut diserahkan langsung oleh salah satu perwakilan demonstran dan diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Mimika Nathaniel Murib, didampingi sejumlah anggota dewan diantaranya Markus Timang, Victor Kabey, Anthonius Kemong, Yelinus Mom, Yohanis Wantik, dan Sonny Kaparang.

Adapun aspirasi tersebut pada intinya berkaitan dengan putusan Mahkamah Agung yang membenarkan pendapat DPRD Mimika terkait pemakzulan Bupati setempat karena tersangkut masalah ijazah palsu pada Pilkada 2014.

“Putusan hukum sudah jelas dan yang bersangkutan harus segera dieksekusi dari jabatan Bupati Mimika. Pemprov Papua tidak boleh melindungi oknum tersebut,” ucap salah satu orator.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya di Kantor KPU Kabupaten Mimika, Jumat (12/1) pekan lalu, menyusul salah satu kandidat calon bupati yang kembali mendaftar sebagai petahana dalam pilkada serentak 2018.

Anggota Komisi A DPRD Mimika Markus Timang meminta pengunjuk rasa tidak terpancing terhadap situasi apapun dengan mengambil tindakan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Mari kita ciptakan situasi aman. Jangan sampai situasi menjadi kacau karena ada gerakan tambahan. Tidak boleh ada aksi lain-lain, aspirasi sudah kami terima. Jangan terpancing,” ucap Markus.

Massa pengunjuk rasa sempat berhamburan keluar kompleks kantor DPRD Mimika setelah beberapa warga nekat mencoba mencopot spanduk berisi tuntutan aspirasi mereka yang hendak dipampang di sekitar pagar Kantor DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih.

Beberapa warga tersebut lalu dikejar dan nyaris dihakimi massa. Beruntung massa berhasil dikendalikan.

Para koordinator aksi berusaha menenangkan massa agar tidak terpancing melakukan tindakan anarkis.

“Ada yang datang tarik kasih keluar spanduk besar yang tadi kita bawa. Maka tadi masyarakat berhamburan keluar, mereka pikir ada yang datang buat kacau di luar,” ujar Martinus, seorang demonstran.

Setelah beberapa warga yang hendak mencopot spanduk itu diarahkan untuk meninggalkan lokasi, para pengunjuk rasa kemudian kembali ke halaman Kantor DPRD Mimika dan melanjutkan penyampaian aspirasi.
(Abdul Hadi LubisAbdul Hadi Lubis)


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.