Anies Sebut Bronjong Berlan Berkonsep Natural, Eh Ternyata Cuma Sementara

WARTA KOTA, MATRAMAN — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, perbaikan dinding tembok pinggir sungai yang ambrol di Kampung Berlan, Matraman, Jakarta Timur dilakukan dengan konsep natural.
Anies mengatakan hal itu terlihat dari penggunaan batu bronjong untuk membangun tembok di pinggir sungai.
Anies menyebut penggunaan batu bronjong tak seperti pembetonan yang membuat ekosistem air tidak bisa hidup.

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur dan PPSU Kelurahan Kebon Manggis saat melakukan pemasangan bronjong di pinggir Kali Ciliwung, Rabu (14/2). (Warta Kota/Rangga Baskoro)
Penggunaan batu bronjong ini selain ketahanannya lebih baik, juga membantu perkembangan biota air di sekitar sungai.

“Kalau dipasang beton maka biota air enggak bisa hidup di situ. Kalau dipasang batu bronjong maka di situ bisa jadi sarang tumbuhnya biota air,” kata Anies seperti ditulis kompas.com.
“Jadi inilah contoh pendekatan natural yang dilakukan di tempat ini,” ujar Anies saat meninjau perbaikan jalan dan dinding tembok di bibir sungai Kampung Berlan, Jumat (16/2/2018)
Anies mengatakan konsep natural tersebut selain memiliki ketahanannya yang lebih baik, juga biaya pembangunannya yang lebih murah.
Baca: Kepala Dinas Sumber Daya Air Tampar Muka Anies Baswedan Akibat Banjir
Namun Anies membantah konsep perbaikan di Kampung Berlan merupakan salah satu konsep naturalisasi sungai yang pernah diucapkannya.
“Bukan, jadi ini belum (naturalisasi). Ini penanggulangannya dengan pendekatan natural tidak dibuat beton tapi dibuatnya dengan batu bronjong yang saling mengikat batunya dan ada rongga-rongga agar bisa untuk tumbuhnya biota air,” ujar Anies.
Perkataan Anies sama sekali tak cocok dengan 2 instansi yang menangani longsor di kampung berlan.
Sebelumnya Suku Dinas Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) menyebut pemasangan bronjong hanya sebagai penanganan jangka pendek.
Baca: Ini Yang Wajib Dilakukan di Eskalator Stasiun Tanahabang
“Pagi ini, ada 100 bronjong. Nanti malam datang lagi 400 bronjong. Akan dipasang di sekitar 100 meter jalan yang retak,” kata Agus Suyoyo, Wakil Kasatpel Sudin SDA Kecamatan Matraman di lokasi, Rabu (14/2/2018).
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Jarot Dwiyoko mengatakan, pemasangan bronjong merupakan solusi sementara, seperti dikutip harian kompas, Kamis (15/2/2018).
Kepala Sudin SDA Jakarta Timur Mustajab juga membenarkan pula pemasangan bronjong hanya untuk sementara.
Baca: Mengerikan! Penjelajah Waktu Lolos Tes Kebohongan, Lalu Beberkan Ini
“Penanganan sementara supaya tidak terjadi longsoran berikutnya,” kata Mustajab melalui pesan singkat kepada Warta Kota, Sabtu (17/2/2018).
Sementara pakar Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air Fakultas Teknik sipil dan Lingkungan ITB, Hernawan Mahfudz, tak menyalahkan ide Anies.
“Bisa-bisa saja. Hanya butuh space yang lebih luas untuk menjaga stabilitas konstruksi,” kata Hernawan kepada Warta Kota lewat pesan singkat, Sabtu (17/2/2018).(ote/kompas.com/kompas)

http://wartakota.tribunnews.com/2018/02/17/anies-sebut-bronjong-berlan-berkonsep-natural-eh-ternyata-cuma-sementara?page=all

tipu2?


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.