Dodi Dan Giri, Calon Kepala Daerah Sumsel Dari Dinasti Politik

Dodi dan Giri, Calon Kepala Daerah Sumsel dari Dinasti Politik

Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Pilkada Sumsel) diramaikan oleh empat pasang calon yang akan bertarung memperebutkan kursi gubernur dan wakil gubernur, pada 27 Juni 2018. Para paslon dan tim kampanye pun telah menandatangani deklarasi kampanye pilkada damai di Palembang.

Salah satu pasangan calon yang ikut bertarung dalam Pilkada Sumsel 2018 adalah Dodi Reza Alex Noerdin dan Giri Ramanda Kiemas.

Dodi merupakan Bupati Musi Banyuasin. Pria yang lahir 1 November 1970 di Palembang, Sumatera Selatan, ini menjadi Bupati sejak Mei 2017.

Dia adalah putra Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Kader Partai Golkar ini memiliki rekam jejak akademik yang terbilang cemerlang. Dodi menamatkan sarjana strata satu di Universitas Leuven. Kemudian ayah dari dua putri kembar ini melanjutkan pendidikan masternya di Belgia.

Dia juga tercatat menjadi anggota parlemen di Senayan periode 2009-2016. Dodi sempat menduduki posisi Ketua Umum Pengprov Perbasi. Selain itu, alumnus SD dan SMP Xaverius Palembang ini pernah menduduki posisi Ketua Umum Perbasasi (Softball).

Giri Ramanda Kiemas

Sementara Giri Ramanda Kiemas, yang merupakan Ketua DPRD Sumsel, lahir di Jakarta tanggal 1 April 1980.

Dia mulai terlibat dalam kepengurusan PDIP sejak tergabung dalam kepengurusan Banteng Muda Indonesia (BMI), yang merupakan sayap organisasi PDIP.

Ketua DPD PDIP Sumsel ini juga merupakan keponakan dari suami Megawati Soekarnoputri, yakni Taufiq Kiemas.

Pasangan Dodi-Giri diusung tiga partai besar yakni Golkar, PDI Perjuangan, dan PKB, pasangan muda ini optimistis bisa memenangkan Pilkada Sumsel 2018.

Dinasti Politik

Majunya Dodi dalam kontestasi Pilgub Sumsel terus dikaitkan dengan dinasti politik ayahnya, Alex Noerdin. Sang ayah, saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Sumsel, dan bertindak sebagai juru kampanye (jurkam) Dodi.

Terkait hal ini, Dodi tidak menampiknya. Namun Presiden Sriwijaya Football Club (SFC) ini menyatakan, bukan hanya dia calon kepala daerah dari sebuah dinasti politik.

“Semua peserta (pilkada serentak) ada dinastinya. Lihat saja dari Pilgub 2013, semuanya dinasti,” ujar anak sulung Gubernur Sumsel ini kepada Liputan6.com, Senin, 5 Febuari 2018.

“Kenapa semuanya diributin, kok semuanya (ke saya). Ya, ini tidak adil, saya jadi sedih,” ungkap Dodi yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel.

Dodi juga menyanggah disebut minim ilmu politik. Buktinya, kata Dodi, dia mampu mempertahankan posisinya sebagai anggota dewan di DPR selama dua periode. Dodi menjabat sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sejak tahun 2009 hingga 2016.

“Masa dua periode di DPR RI disebut minim ilmu politik. Dari menteri dan gubernur saja, baru jadi anggota DPR,” ujar Dodi.

pasangan Dodi-Giri akan bertarung melawan 3 paslon lainnya yakni pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya, Ishak Mekki-Yudha Pratomo, dan Aswari Rivai-Irwansyah.

Yudha Pratomo Mahyudin diketahui juga berasal dari sebuah dinasti politik. Dia adalah anak dari mantan Gubernur Sumsel 2008, Mahyuddin.

Sumber: http://m.liputan6.com/pilkada/read/3300988/sosok-dodi-dan-giri-calon-kepala-daerah-sumsel-dari-dinasti-politik


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.