Hoax, 97 Persen Pesisir Indonesia Dikuasai China

Sejak Presiden Joko Widodo menjabat sebagai RI 1 berbagai fitnah dan informasi hoax bertebaran di dunia maya. Salah satu isu yang kerap disebarkan adalah mengenai masifnya ekspansi warga asing, khususnya dari China, untuk menguasai Indonesia.

Hoax, 97 Persen Pesisir Indonesia Dikuasai China

Meski berkali-kali telah dibantah oleh berbagai pihak bahwa itu informasi hoax, namun tampaknya sebaran informasi sesat itu belum juga berkurang. Justru mendekati masa Pemilu seperti saat ini, isu tersebut terlihat terus dihembuskan secara kencang.

Seperti misalnya, informasi bahwa 97 persen daerah pesisir Indonesia, dari Pelabuhan Belawan Bagian Timur Sumatera, hingga ke Banten, dan sampai ke Surabaya, sudah dikuasai oleh China.

Kemudian, juga informasi mengenai jutaan pekerja China masuk ke Indonesia. Mereka digaji berkali-kali lipat dibandingkan dengan pekerja asli Indonesia.

Dua informasi di atas dapat dipastikan sebagai kabar bohong belaka. Sejauh ini tak ada bukti nyata yang mengarahkan kebenaran atas informasi itu.

Penulis artikel yang menyebarkan dua informasi sesat tersebut dapat dipastikan mengarang cerita hanya berdasarkan asumsi dan opini pribadi.

Kita bisa buktikan itu dari data Kementerian Ketenagakerjaan untuk membantah tudingan miring di atas. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan jumlah tenaga kerja asing (TKA) Cina yang bekerja di Indonesia mencapai 27.211 jiwa per September 2017. Itu jelas tidak sesuai dengan klaim bahwa ada jutaan pekerja China di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah selama ini juga melakukan upaya untuk membatasi masuknya WNA yang bekerja di Indonesia. Dan, lebih mengutamakan pekerja dari Indonesia untuk bekerja dalam sektor riil.

Tak ketinggalan, aparat keamanan pun turut meningkatkan pengawasan terhadap masuknya WNA, terutama dari China. Tujuannya agar tidak menjadi tenaga kerja yang illegal di Indonesia.

Dari berbagai operasi, sebagian telah banyak diamankan oleh pihak kepolisian dan imigrasi karena tidak memiliki dokumen yang lengkap.
Informasi hoax itu disebarkan untuk tujuan yang politis, yaitu untuk menyudutkan pemerintahan Presiden Jokowi. Di sisi lain, adanya informasi sesat tersebut juga bisa menggiring opini yang tidak benar di masyarakat.

Hal tersebut bisa mengarahkan adanya kebencian rasial dan berpotensi merusak stabilitas sosial di Indonesia.

Untuk menghindari hal di atas, mari kita tinggalkan informasi yang seperti itu. Tak perlu kita percayai, apalagi disebarkan ulang. Cukup dibuang ke tempat sampah saja.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.