Hoax Mengenai Isu Kebangkitan PKI Semakin Menggelikan Dan Meresahkan Masyarakat

Hoax Mengenai Isu Kebangkitan PKI Semakin Menggelikan dan Meresahkan Masyarakat

Mendekati penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, penyebaran fitnah politik dan informasi hoax semakin menggila di dunia maya.

Salah satu yang sedang ramai diangkat adalah isu mengenai kebangkitan PKI. Isu tersebut tak lain dan tak bukan dimanfaatkan untuk menyudutkan lawan-lawan politik.

Banyak konten di media sosial yang menyatakan bahwa PKI saat ini sedang bangkit kembali di bumi Indonesia. Kebangkitan organisasi terlarang itu banyak dikaitkan dengan PDIP dan Presiden Jokowi.

Para pembuat berita bohong itu menyebutkan bahwa sejumlah politisi PDIP seperti Ribka Tjiptaning dan Rieke Diah Pitaloka sebagai anggota PKI. Dikatakan bahwa kebangkitan 20 juta anggota PKI dimulai dari partai tersebut.

Mereka juga menyebut bahwa pengamat perkotaan, Tigor Nainggolan, sebagai eksponen PKI. Hal itu karena dirinya disebut sangat sering mengkritik kebijakan Anies-Sandi.

Tak hanya itu, produsen informasi hoax juga diketahui sedang “menggoreng” isu bahwa PKI saat ini sedang menyiapkan pasukan bersenjata. Penyebaran isu tersebut didasarkan pada foto dan video latihan militer yang diduga mirip dengan warga dan lokasi di Indonesia.

Bahkan, lucunya para pembuat kabar bohong tersebut juga menuduh bahwa Partai Garuda yang baru saja dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu itu sebagai sayap organisasi dari PKI.

Melihat berbagai informasi di atas, dapat dipastikan bahwa rentetan isu tersebut merupakan informasi bohong (hoax) yang sengaja disebarkan untuk memprovokasi masyarakat. Dilihat dari kontennya itu bisa dikatakan sebagai fitnah politik yang keji.

Para pembuat informasi hoax itu sekarang benar-benar menjadi musuh demokrasi. Karena atas ulahnya, persaingan politik kini menjadi tidak sehat kembali. Pasalnya, selalu menggunakan informasi sesat untuk menjatuhkan lawan-lawan politiknya.

Untuk meluruskan berbagai fitnah di atas, kita harus kembali pada fakta yang sebenarnya.

Terkait dengan politisi PDIP yang dituduh sebagai anggota PKI jelas sangat mengada-ada. Tidak ada bukti dan keterangan terkait yang menjelaskan itu.

Hal tersebut sangat jelas merupakan kampanye hitam yang digunakan untuk mematikan karakter lawan.

Ribka memang diketahui anak seorang anggota PKI. Namun tidak lantas secra otomatis dirinya dapat disebut sebagai anggota PKI.

Ribka dan orang tuanya terpaut sangat jauh. Bahkan orang tuanya meninggal saat dirinya masih kecil. Tak mungkin ideologi bisa menular hanya karena faktor keturunan.

Fitnah berikutnya dikatakan bahwa PDIP disiapkan menjadi pembangkit PKI. Itu juga sangat jelas sebagai informasi yang sesat. Ditinjau dari ideologi dan garis partai, keduanya sangat berbeda.

Para pembuat hoax itu tak akan mungkin bisa menunjukkan fakta bahwa kebangkitan 20 juta anggota PKI berasal dari PDIP. Hal itu karena informasi tersebut memang tak ada di dunia nyatanya.

Kemudian, terkait foto dan video yang disebut sebagai latihan militer PKI dapat dipastikan sebagai hoax belaka. Foto dan video yang tersebar itu bukan dari Indonesia, melainkan diambil dari latihan militer NPA, sayap militer partai komunis Filipina.

Berbagai fitnah di atas disebarkan bersamaan dengan merebaknya kebodohan massal yang disebabkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Bagi orang yang paham dan sedikit kritis saja, dapat dibaca bahwa isu yang sedang digoreng itu sebagai informasi yang tak masuk akal. Indikasinya karena tidak memiliki sumber yang jelas dan terlalu dipaksakan untuk kepentingan politik yang sempit saja.

Tindakan mereka itu sungguh sangat blunder. Karena selain merusak masyarakat, juga dapat menyebabkan rusaknya sistem demokrasi di Indonesia.

Tak hanya itu, beredarnya informasi sesat di atas juga berpotensi mengadu domba masyarakat sehingga bisa menyebabkan adanya permusuhan dan instabilitas sosial-politik.

Setelah mengetahui itu, kita layaknya tak perlu percaya atas beredarnya isu kebangkitan PKI saat ini. Kita juga jangan sampai terprovokasi atas agitasi murahan para pembuat hoax itu.

Pelaku penyebaran informasi hoax tersebut harusnya segera ditangkap dan ditindak tegas oleh aparat keamanan negara. Karena mereka telah menyebarkan fitnah dan menciptakan kegaduhan di hadapan umum.

Mari kita jaga Indonesia dari bahaya adu domba masyarakat melalui fitnah dan informasi hoax.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.