Informasi Sesat Di Tengah Maraknya Kekerasan Kepada Pemuka Agama

Di tengah situasi banyaknya kasus kriminal penyerangan kepada pemuka agama yang sedang beribadah, fitnah dan informasi hoax turut menyebar di dunia maya.

Informasi Sesat di Tengah Maraknya Kekerasan kepada Pemuka Agama

Kali ini, seorang yang mengaku pengamat dan pertahanan, Jaka Setiawan, yang menyebarkan informasi sesat tersebut.

Pasalnya, Jaka menuduh bahwa pelaku dibalik penyerangan itu adalah pihak intelijen yang memiliki kemampuan menggerakkan orang-orang tertentu untuk melakukan kekerasan.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa dalam beberapa minggu ini terdapat penyerangan terhadap beberapa pemuka agama di Indonesia, diantaranya, dua ulama di Jawa Barat, persekusi Bikhu di Tangerang, dan pembacokan Pastur di Yogyakarta.

Tentu saja, tuduhan Jaka Setiawan di atas tidak benar. Tuduhannya itu tak bisa dianggap valid karena tanpa disertai dengan bukti dan data yang terverifikasi.

Jaka terlihat hanya menuduh berdasarkan asumsi dan opini pribadi saja. Ia malah tanpa ada awan dan hujan, menjadikan intelijen sebagai kambing hitam.

Informasi sesat dari Jaka Setiawan itu berbahaya karena bisa membentuk opini yang salah pada warga. Opini ngawur itu bisa mengarahkan seolah intelijen yang menyebabkan kekacauan di masyarakat.

Padahal mereka sudah bekerja tanpa ekspos media. Sebagaimana yang kita ketahui, selama ini pihak intelijen terus bekerja dalam sunyi untuk menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan bangsa dan negara. Efeknya masyarakat bisa menikmati kehidupan yang aman dan stabilitas sosial terjaga hingga sekarang.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.