Kemesraan Dibalik Foto Anies, Politisi PKS Dan Bos Alexis

Media sosial kembali diributkan sebuah foto tentang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dalam gambar yang beredar itu, Anies tampak berfoto bersama dengan sejumlah bos hiburan malam di Jakarta.

Kemesraan Dibalik Foto Anies, Politisi PKS dan Bos Alexis

Tampak di sana ada Armand Tirta, CEO Hotel Alexis, bos Illegals, dan bos manajer X2. Tak hanya itu, dalam foto juga ada sosok Hj. Yusriah Dzinnun, S.Pd (Ketua Komisi B DPRD Jakarta dari Fraksi PKS).

Dengan beredarnya foto tersebut, tentu publik bertanya-tanya, apa relasi antara Gubernur Anies, politisi PKS dan para pengusaha hiburan malam? Bukankah selama ini Gubernur Anies bersikeras ingin membersihkan hiburan malam di Jakarta? 

Begitu juga dengan para politisi PKS yang (katanya mengaku) suci itu?

Foto itu akhirnya bisa membuka mata kita. “Becik ketitik, ala ketara”, begitu kata orang Jawa. Bahwa sesuatu yang benar akan tampak benar, dan yang salah akan terbukti kesalahannya.

Foto di atas sebenarnya menunjukkan sisi paling dalam sebuah relasi yang intim antara pengusaha hiburan malam dengan Gubernur Anies, terutama kedekatan antara Arman Tirta dengan Gubernur yang diusung oleh PKS dan Gerindra tersebut.

Arman Tirta adalah CEO Hotel Alexis. Dia anak dari Alex Tirta seorang owner grup Alexis. Alex Tirta merupakan raja usaha dunia malam di Jakarta. Disebutkan ia memiliki relasi ke segala sektor kekuasaan negara.

Kedekatan antara Gubernur Anies dan Arman Tirta diakui sendiri olehnya. Dalam sebuah keterangan di media massa, Anies menyatakan bahwa pertemuan itu dilakukan sudah lama, yakni saat dirinya belum menjadi Gubernur. Artinya, kedekatan antara Arman Tirta dan Anies sudah lama terjalin. Mereka telah berteman sejak lama.

Lantas, bila sudah kenal lama, kenapa ingin menutup Hotel Alexis dengan alasan moral dan agama tersebut? Tentu saja itu hanyalah “gimmick” agar terlihat suci di hadapan basis pendukungnya. Apalagi kita ketahui bersama, Gubernur Anies dimajukan oleh partai politik (yang mengaku) paling suci, PKS dan Gerindra.

Tak lain dan tak bukan, isu penutupan Hotel Alexis itu hanyalah sandiwara saja. Isu itu diangkat hanya untuk menipu para pemilihnya, sekaligus menciptakan citra positif pada dirinya sebagai sosok sholeh yang memberantas prostitusi.

Padahal kenyataannya, Hotel Alexis tak pernah benar-benar ditutup. Kemarin memang izin usahanya tidak diperpanjang oleh Gubernur Anies, namun hotel itu hanya akan berganti nama. Saat ini, Hotel Alexis telah berganti nama menjadi Hotel Foreplay.

Pergantian nama itu tak mungkin tak diketahui oleh Anies. Bisa jadi itulah mungkin hasil “deal” antara pemilik Alexis dan Gubernur Anies. Bukankah mereka teman lama?

Itulah kongkalikong paling busuk dari seorang politisi. Menggunakan dalih moral dan agama, hanya untuk membangun citra positif dan memainkan “gimmick” seakan dirinya paling suci. Tak hanya Gubernur Anies, tapi juga partai pengusungnya, PKS.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.