Lahan Keluarga Akan Dieksekusi, Sihar: Saya No Comment

JawaPos.com – Mahkamah Agung akan mengeksekusi lahan seluas 47 ribu hektare di Sumatera Utara (Sumut). Lahan tersebut merupakan hutan produktif yang kewenangan pengelolannya ada pada negara.

Dari luas lahan yang akan dieksekusi, di antaranya milik almarhum Darianus Lungguk (DL) Sitorus yang merupakan ayah Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus. Terkait hal tersebut, Sihar mengaku belum mengetahuinya.

“Saya no comment. Belum lihat berkasnya seperti apa, bunyi putusannya seperti apa, ini baru dengar-dengar. Yang pasti ayah saya sudah menjalani hukumannya dan sudah meninggal,” kata Sihar saat berada di Warkop Jurnalis, Jalan H Agus Salim, Kota Medan, Rabu (21/2).

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta bantuan terkait eksekusi lahan milik DL Sitorus, Senin (19/2). Langkah Kementrian LHK juga mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV DPR RI Fadholi. “Kan keputusannya sudah jelas. Lahan ini milik negara. Maka sepatutnya dikembalikan untuk hajat hidup orang banyak,” kata Fadholi.

Dalam putusan kasasi pada 12 Februari 2007, Mahkamah Agung telah memerintahkan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 23.000 hektare di kawasan Padang Lawas, Sumut, untuk segera dieksekusi. Lahan tersebut dikuasai KPKS Bukit Harapan dan PT Torus Ganda.

Kemudian lahan seluas 24.000 hektare di kawasan yang sama, yang dikuasai KPKS Parsub dan PT Torus Ganda disita negara. Namun sampai saat ini lahan tersebut belum juga dieksekusi alias belum diserahkan secara fisik kepada negara.

“Coba kita bayangkan, sepuluh tahun hutan produktif yang diputuskan untuk dikembalikan kepada negara tetap dikuasai keluarga DL Sitorus. Malahan sebaliknya, lahan ditanami kelapa sawit yang hanya dinikmati perorangan. Bukan negara untuk kepentingan rakyat. Tentu ini aneh kan,” pungkas Fadholi.

(pra/JPC)

Sumur:
https://www.jawapos.com/read/2018/02/21/190470/lahan-keluarga-akan-dieksekusi-sihar-saya-no-comment?amp=1

jangan kasi longgar
enak bener pake tanah negara drmi keuntungan pribadi


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.