Pemilih Mengambang Pilkada Sumsel Menipis, Paslon Dituntut Miliki Taktik Jitu

Pemilih mengambang Pilkada Sumsel menipis, Paslon dituntut miliki taktik jitu

Pilkada Sumatera Selatan tengah memasuki masa kampanye pertemuan-pertemuan dan penyebaran bahan kampanye. Beberapa kandidat telah turun ke masyarakat untuk mencari simpati dan ada juga yang sibuk keliling kota. Namun apakah cara-cara kampanye lama seperti mendatangi basis pendukung lawan dan ke tempat-tempat yang kurang tersentuh pemerintah masih relevan mendongkrak elektabilitas?

Terkait hal itu, redaksi berbincang dengan Peneliti Stratakindo Research and Consulting Oktarina Sobardjo. Munrut Oktarina, di era metodologi yang sudah maju dan terbuka seperti sekarang ini, berkampanye bisa dipandu dengan survei. Dimana data tentang swing voters di satu daerah, seberapa kuat strong voters satu paslon dan dimana timses dapat merebut suara dapat diketahui dengan mudah.

“Zaman gini, kampanye masih mengandalkan intuisi, perasaan dan berpedoman pada ‘katanya’, hanya akan buang tenaga dan uang, menghabiskan waktu dan jadi kelakar,” ujar Oktriana, Rabu (21/2).

Ia mencontohkan, mendatangi basis suara paslon lain, jika hanya untuk unjuk gigi maka cara tersebut tidak berguna secara elektoral. Pasalnya, kata dia, swing voters atau pemilih mengambang di Pilkada Sumsel tinggal sedikit jumlahnya, sebagian besar sudah menentukan pilihan jauh-jauh hari.

“Jadi gaya-gayaan saja. Gigi saja mungkin berhasil diunjuk, tapi pemilih tak bisa dibujuk. Itu juga menunjukkan kalau paslon yang berbuat itu tidak punya ahli strategi. Jika dilihat dari beberapa survei yang bisa diakses, sisa suara yang bisa diperebutkan hanya sekitar 10 persen. Adapun swing viters sekitar 20 persen,” terangnya.

Senada dengan penjelasan Oktariana, salah satu Relawan Sumsel Bersatu di Posko Pemenangan Herman Deru-Mawardi Yahya, kawasan Gandus, Kota Palembang, Budi Sudrajat menggambarkan solidnya para pendukung Herman Deru, pihaknya yakin akan meraih kemenangan pada Pilkada Sumsel kali ini. Terlebih, kata dia, antusiasme para pemilihnya juga telah terasa di mana-mana.

“Setiap orang punya era keberuntungannya, dan kini era Herman Deru. Lima tahun lalu kalah, diterima dan damai. Ya sekarang ini saatnya menang. Masyarakat juga berpikirannya begitu, ini waktunya bagi Herman Deru jadi Gubernur. Lagian masa iya sih Pemerintahan Sumsel dipegang oleh bapak, terus anaknya, terus nanti mau siapa lagi? Cucunya?” selorohnya.

Sumber: http://monitor.co.id/berita/10775/pemilih-mengambang-pilkada-sumsel-menipis-paslon-dituntut-miliki-taktik-jitu


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.