Saingi RPTRA Kalijodo, Nyatanya TBS Park Malah Mandek

Saingi RPTRA Kalijodo, Nyatanya TBS Park malah Mandek

PEMBANGUNAN ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) yang menjadi salah satu program andalan pada era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kini tampak tak bergeliat. Salah satunya, proyek RPTRA di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang hingga kini mandek.

RPTRA yang direncanakan bernama TBS Park itu ditargetkan bisa digunakan di awal 2018. Namun menurut pantauan Media Indonesia, di atas lokasi seluas 1 hektare itu baru berdiri kerangka-kerangka bangunan. Di depan area, terpasang spanduk bertuliskan ‘akan segera dibangun TBS Park RTH dan RPTRA’. Di sudut lain, papan berukuran 2 x 1 meter bertulis ‘Safety Sign’ juga masih berdiri.

Lurah Jati Padang Novriant Widjanarko mengatakan, sejak pertama kali digaungkan Ahok akan menjadi RPTRA saingan RPTRA Kalijodo, proses pengurusan dokumen lahan itu lancar. Namun, di tengah jalan pembangunan tersendat karena masalah dana investasi lewat sistem corporate social responsibility (CSR) perusahaan pengembang swasta, Asiana Group.

“Tertunda karena iklim investasinya belum mendukung. Mereka katanya mau buat marketing galeri dulu di sana. Fungsinya untuk menarik minat para investor. Sumber dananya dari sana. Jadi terbengkalai,” papar Noviant saat dihubungi, kemarin.

Sebelumnya, TBS Park itu diproyeksikan lebih baik daripada RPTRA Kalijodo karena akan memiliki fasilitas bermain lebih lengkap, seperti arena skateboard, arena panjat dinding, plaza serbaguna, masjid, ruang laktasi, perpustakaan, amphitheater, taman toga, dan lain-lain. TBS Park dirancang arsitek terkemuka Yori Antar.

Di sisi lain, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) mengaku, berdasarkan catatan mereka, hanya ada dua RPTRA CSR yang sedang dibangun, yakni RPTRA di Jalan Kenari II, Jakarta Pusat, oleh PT Pendawa Properti Indonesia dan RPTRA di Jalan Warakas VI, Jakarta Utara, oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada.

“Di dinas kami tidak ada (TBS Park),” ujar Kepala seksi pengelolaan dan kemitraan RPTRA Dinas PPAPP Prov DKI Jakarta, Togi Duma Sianturi.

Dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain yang biasanya terlibat pembangunan RPTRA seperti Dinas Pertamanan dan Kehutanan serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman juga tidak mengetahui status pembangunan TBS Park. “Saya tidak paham. Sudah tidak terdengar lagi,” ucap salah satu staf Dinas Pertamanan.

Total ada 189 RPTRA di Jakarta, 123 RPTRA dibangun menggunakan APBD DKI Jakarta dan 66 RPTRA dari dana CSR. (Aya/J-4)

http://www.mediaindonesia.com/news/read/146345/saingi-rptra-kalijodo-nyatanya-tbs-park-malah-mandek/2018-02-22

1 RPTRA PUN KAGA BISA DIBANGUN SI LEMOT ASU SARACEN


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.