Warganet Asal Cilegon Diamankan Kepolisan Karena Sebar Berita Hoax

Warganet Asal Cilegon Diamankan Kepolisan Karena Sebar Berita Hoax

Lagi-lagi, seorang warganet harus berurusan dengan aparat keamanan akibat tindakannya yang tidak bertanggung jawab dalam bermedia sosial.

Adalah Dedi Iswandi, warga Kota Cilegon Banten, yang mengalaminya. Ia terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian karena diduga telah menyebarkan informasi hoax yang mengarah pada ujaran kebencian.

Dedi Iswandi, seorang laki-laki kelahiran 1984 itu diringkus oleh aparat kepolisian karena sebelumnya menyebarkan link pemberitaan yang tidak benar (hoax), mengandung muatan kebencian atau permusuhan atas dasar SARA, serta penghinaan kepada pemerintah.

Adapun link pemberitaan bohong itu diambilnya dari website abal-abal temp0.blogspot.co.id yang berjudul “Demi Kenyamanan dan Toleransi, PDIP Menyetujui Suara Adzan Ditiadakan di Seluruh Indonesia”.

Atas tindakannya itu, tersangka akan dijerat oleh pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU ITE. Selain itu Dedi Iswandi juga dianggap melanggar pasal 16 jo pasal 4 huruf (b) angka (1) UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, juga pasal 207 KUHP dan/atau pasal 208 KUHP.

Tindakan Dedi Iswandi di atas menunjukkan bahwa beroperasinya informasi hoax dan ujaran kebencian tidak mengenal batas pekerjaan dan status sosial. Tidak menjamin mereka yang terlihat sebagai abdi masyarakat akan terbebas dari perilaku itu.

Pasalnya, Dedi Iswandi sendiri adalah seorang anggota Linmas Pemkot Cilegon dan Sekretaris RT di lingkungannya.

Perilaku Dedi di atas tidak patut untuk ditiru oleh warganet lain. Kebebasan berekspresi di dunia maya, bukan berarti dalam arti sebebas-bebasnya yang memperbolehkan untuk menyebarkan informasi hoax atau ujaran kebencian.

Seyogyanya mari kita isi kegiatan bermedia sosial itu dengan aktivitas yang produktif dan bermanfaat. Akan menjadi lebih baik bila kita saling berbagi informasi yang benar dan positif.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.