Diperiksa Polisi 7 Jam, Begini Kesaksian CW Asuh 5 Anak Di Hotel

Diperiksa Polisi 7 Jam, Begini Kesaksian CW Asuh 5 Anak di Hotel
CW, 60, seorang perempuan yang mengasuh lima orang anak di hotel
CW, 60, seorang perempuan yang mengasuh lima orang anak di hotel (Ikhsan Prayogi/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Hampir selama 7 jam, CW, 60, seorang perempuan yang mengasuh lima anak di hotel menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pemeriksaan itu dimulai sejak pukul 14.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 19.00 WIB.

Andi Alfian Nurman selaku pengacara yang ikut mendampingi dalam pemeriksaan mengatakan jika CW telah diberikan pertanyaan sebanyak 20 pertanyaan dari para penyidik.

“Nanti informasi dari penyidik akan dilanjutkan kembali hari Senin jam 10 untuk melengkapi dokumen. Tadi sudah diserahakn dokumen pendukung yang diperlukan,” kata dia saat ditemui awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/3).

Pertanyaan yang diajukan sendiri adalah seputar pemeriksaan dari Polres Jakarta Pusat. Akan tetapi dalam pemeriksaan, CW membantah dari pemeriksaan sebelumnya.

Selain itu CW sendiri memaparkan bahwa F sendiri merasa tidak betah ketika diasuh oleh Yohana. Dia mengatakan F di suruh membersihan kotoran ayam di sekitar rumahnya

“Dia (F) bilang ‘mami saya diojokin sama Bu Ana, tapi sekarang saya disuruh bersihin kotoran ayam’. Mendengar itu saya hanya bisa bilang ke dia bahwa harus sabar. ‘Ya rul sabar, nanti kumpul kembali’. Karena dia bilang di diojokin oleh ibu Yohana,” turur CW saat didampingi oleh pengacara.

Meski begitu CW mengaku dirinya tidak pernah ada masalah dengan Yohana. Bahkan menurut pengakuannya dia masih suka memberikan sejumlah uang kepada keluarga Yohana.

“Sampai sekarang masib saya berikan uang beberapa hari lalu. Memang tidak rata. Setidaknya satu juta atau dua ratus. Saya memelihara mereka karena saya merasa sebagai pelayan Tuhan. Saya pelayan mereka,” tuturnya.

Namun, CW merasa kecewa setelah apa yang diperbuat untuk Yohana. Justru dia merasa disakiti. “Saya suka nolong dia, suaminya ngga kerja. Suaminya pulang ke Manado saya kasih tahu. Tapi saya nggak kira orang yang ditolong begitu. Sayangnya ibunya Fachrul sekarang sudah meninggal,” pungkasnya.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.