Informasi Atau Pembulyan Anak?

Berjumpa lagi agan dan sista. Akhir-akhir ini pikiran saya tengah terblow dengan beberapa tindakan oknum-oknum yang mngatasnamakan “menyebarkan informasi, agar tak ada kerugian lagi”. Kenapa saya berkata tersebut? Yah, karena banyak broadcast yg berdalih menyebarkan informasi tersebut agar tidak ada pihak yang dirugikan atas tindakan seorang anak kecil.

Oke langsung ke inti bahasan ya agan sista. Tepatnya bulan november 2017 lalu, informasi broadcast ini rame di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum kota Malang, namun kemarin 16 maret melihat postingannya lagi dg anak yg sama berada di daerah yg dikatakan Jogja. Broadcast yang menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bisa menggendam dan membawa lari harta benda korbannya. Anak perempuan tersebut bermoduskan minta tolong , yah seperti minta makan dan diantar ke tempat tertentu. Nah, kita sebagai seorang manusia tentu tidak mentolo (tega) kalau kata orang jawa. Membiarkan anak kecil kelaparan dan tersesat. Tanpa menaruh curiga kita akan membantunya. Tapi di endingnya eh niat membantu malah kena tipu. Tas berisi dompet dan barang berharga lainnya raib (itu sih yg saya dengar).

Berangkat dari kejadian yang beberapa kali dialami oleh beberapa masyarakat di Malang. Oknum-oknum tertentu pun mencari dan momotret gadis tersebut kemudian menyebarluaskannya di jejaring dunia maya. Dalam beberapa tulisan yg saya baca, oknum-oknum tersebut menghimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap anak tersebut. Jangan mau bila dimintai sesuatu oleh anak tersebut. Baik, dari paparan singkat tersebut saya beropini tindakan yang dilakukan oknum-oknum tersebut adalah keliru (bukan salah ya agan sista).

Pertama, kekeliruan yang saya anggap dominan adalah tidak ada pembinaan dari masyarakat. Kenapa kok jadi pembinaan? Gini agan sista, saya beropini jika ada pihak yang tahu keberadaan gadis kecil ini dan melaporkannya kepada dinas kemasyarakatan untuk dibina, masalah lain akan terselesaikan. Karena dengan dibina oleh pihak pemerintah (berangkat dari anak ini tidak memiliki keluarga) tindakan menyeleweng anak ini akan diatasi dengan terapi dan sebagainya. Kalaupun ternyata anak ini hanya dimanfaatkan oleh pihak lain, misal ortunya atau preman-preman yg sengaja menyuruhnya, dg pembinaan akan diketahui pihak yg menyalahgunakan kewenangan atas anak tersebut. Otomatis masalah anak ini selesai dan pihak tak bertanggungjawab lainnya juga tertangkap.

Kedua, saya kurang setuju penyebarluasan informasi yang cenderung membully anak seperti ini. Selain efek psikologis anak yang bila mengetahui dirinya di ekspose secara luas dari segi negatifnya, dia akan minder dan bahkan bisa melakukan hal yg lebih buruk karena terlanjur dicap negatif oleh masyarakat. Hal lain, berangkat dari opini pertama, harusnya bukan mrnyebarluaskan informasinya yang di lakukan, tetapi dengan membina anaknya (walau saya tidak mengatakan penyebaran informasi itu salah). Karena beragam informasi yang disebarluaskan banyak membuat meme membulky dibandingkan memberikan informasi. Hal tersebut terlihat dari beragam reaksi pembaca juga. Kebanyakan diantara mereka yang membully anak tersebut dibandingkan memberikan solusi atas masalah tersebut.

Terakhir, mari kita sebarkan informasi bukan hanya berdasarkan aktual dan fakta, tetapi pertimbangkan juga segi moral dan etikanya. Termasuk informasi yg saya tulis ini, bila ada yg tidak sependapat silahkan tabayun di kolom komentar. Terima kasih.

Informasi atau pembulyan anak?
Informasi atau pembulyan anak?
Informasi atau pembulyan anak?


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.