Kaum Hawa Diingatkan Tak Gampang Tergoda Lihat Pria Bertubuh Tegap Dan Ganteng

PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Riau menyatakan laporan terkait pengungsi dan pencari suaka yang melakukan prostitusi lelaki, atau gigolo, di Kota Pekanbaru hingga kini belum bisa dibuktikan kebenarannya.”Pengungsi jadi gigolo belum bisa dibuktikan. Kalau memang polisi punya informasi seperti itu, tangkap saja mereka. Gigolo belum ada, tapi (pengungsi) ‘kumpul kebo’ ada,” kata Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Riau Surya Pranata di Pekanbaru, Selasa (6/3).
Terkait kasus “kumpul kebo” atau hubungan intim di luar pernikahan memang ada terjadi karena pihaknya menerima laporan dari seorang perempuan di Pekanbaru. Perempuan yang tidak disebutkan identitasnya itu menjalin hubungan asmara dengan seorang pengungsi, yang akhirnya merasa menyesal karena pengungsi pria yang dikencaninya menuntut macam-macam.
Menurut Surya Pranata, seperti dilansir
potretnews.com dari antara, kasus seperti itu sebenarnya bisa dihindari apabila masyarakat, terutama kaum hawa, jangan cepat tergoda melihat pengungsi dan pencari suaka yang rata-rata bertubuh tegap, ganteng dengan wajah rupawan khas orang Arab.
Meski pemerintah tidak seharusnya menghalangi orang untuk punya perasaan cinta terhadap lawan jenis, namun berhubungan asmara dengan pengungsi dan pencari suaka lebih banyak kerugiannya. “Nasib pengungsi itu kan belum jelas. Kalau dia sudah dapat status warga negara dari negara tujuannya tentu tidak masalah,” tuturnya.
Pekanbaru termasuk lima besar dari 11 daerah di Indonesia yang banyak terdapat pengungsi dan pencari suaka. Saat ini ada 1.176 orang imigran di Pekanbaru, yang sekitar 70 persen berstatus pengungsi dan sisanya masih dalam proses mencari suaka.
Mereka paling banyak berasal dari Afghanistan, yakni mencapai 930 orang. Kemudian ada dari Irak 35 orang, Iran 20 orang, Palestina 59 orang, Sudan 40 orang, Myanmar Rohingnya 40 orang, Somalia 21 orang, Pakistan 24 orang, Srilanka 3 orang, Bangladesh 2 orang, serta dari Yordania dan Suriah masing-masing 1 orang.
Mereka yang sudah mendapat status pengungsi dari UNHCR dan pencari suaka kini bermukim di delapan rumah komunitas (community house/CH) di Kota Pekanbaru. Keberadaan mereka untuk berinteraksi dengan warga Indonesia tidak bisa dihindari karena mereka bisa beraktivitas di luar ruangan dan pada jam 20.00 WIB harus sudah berada di CH. Para pengungsi tidak ditempatkan lagi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru apalagi banyak dari mereka sudah berkeluarga dan punyak anak.
“Mereka kan manusia juga, hanya statusnya saja pengungsi dan tidak bisa kita mengurung mereka seperti di penjara,” ujarnya. ***
https://www.potretnews.com/berita/baca/2018/03/07/kaum-hawa-diingatkan-agar-tak-gampang-tergoda-lihat-pria-bertubuh-tegap-dan-ganteng-yang-banyak

Pengungsi berulah lagi nih


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.