Punya Anggaran 10 Kali Lipat Dari KKP, Itu Pun Anies Minta Jaring Sampah Ke Susi

TRIBUN-MEDAN.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, telah meminta jaring penyaring sampah kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Jaring itu akan dipasang di sungai-sungai yang ada di Jakarta.

“Saya sudah bicara dengan Bu Susi kita akan mendapatkan jaring-jaring juga nanti dari kementerian yang akan dipakai untuk menghentikan sampah-sampah agar tidak sampai mengalir ke muara,” ujar Anies di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (18/3/2018).

Permintaan Anies ini terbilang cukup aneh, pasalnya anggaran 2018 cukup tinggi senilai Rp 77,117 triliun. Ini sesuai dengan nilai APBD 2018 yang telah disahkan.

Sementara itu anggaran Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) hanya bernilai Rp 7,28 triliun di 2018. Kondisi ini membuat kementrian yang digawangi Susi Pudjiastuti harus berhemat.

Sementara itu Anies menyebutkan, untuk mengatasi permasalahan lautan sampah di Muara Angke, Jakarta Utara harus dari hilirnya.
“Harus dari hilir, ke tengah dan hulu, jadi kita nanti akan siapkan jaring-jaring untuk menjaring sampah yang keluar dari sungai-sungai di DKI,” kata Anies.

Seperti diberitakan, sampah memenuhi bibir pantai di kawasan hutan bakau Muara Angke, Jakarta Utara.

Proses pembersihan lautan sampah di Muara Angke telah dimulai sejak Sabtu (17/3/2018) pagi.

Pembersihan ditargetkan dapat selesai dalam waktu satu pekan.
Sampah-sampah tersebut nantinya akan diangkut ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang.

Susi Harus Hemat Anggaran

Menteri Kelautan dan Perikanan SusiPudjiastuti berhasil menghemat anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) yang bersumber dari APBN untuk tahun 2018.
Anggaran KKP turun 20,26 persen, dari tahun 2017 sebesar Rp 9,13 triliun menjadi Rp 7,28 triliun. Atau, Susi berhasil melakukan penghematan sebesar 1,85 triliun.

Penurunan anggaran ini dilakukan setelah sejak tahun 2015 Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menghemat anggaran hingga Rp 8,28 triliun.
“Sekitar 70 persen dari total anggaran KKP pada 2018 akan digunakan untuk kepentingan stakeholders dan pelayanan publik,” kata Susi melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com pada Rabu (13/12/2017).

Ada beberapa hal yang membuat KKP mampu menghemat anggaran hingga sebegitu besar. Salah satunya, karena Susi mengetahui dengan detail harga barang-barang yang dibeli oleh pegawai berbagai divisi di kementeriannya.

Selain itu, Susi juga memangkas anggaran yang ditulis menggunakan kata atau kalimat bersayap, seperti penggunaan pemberdayaan, penguatan, sinkronisasi, dan kata atau kalimat sejenis. Semua kata dan kalimat itu diganti dengan yang jelas dan mudah dipahami, seperti membeli, perbaikan, dan sebagainya.

Susi juga memangkas anggaran rapat dan memadatkan agenda rapat dengan menggabungkan sejumlah topik dalam satu rapat sekaligus. Belakangan, manajemen yang dilakukan Susi ini dinamakan sebagai Susinisasi Anggaran.

Hal lain yang ditempuh juga dalam Susinisasi Anggaran adalah mendorong proyek-proyek yang bisa dilaksanakan oleh kementerian lain agar tidak didanai oleh KKP.

Susi juga menggencarkan keterlibatan korporasi melalui skemacorporate social responsibilities (CSR) untuk pembangunan untuk menopang kebutuhan nelayan.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com

http://medan.tribunnews.com/amp/2018/03/18/punya-anggaran-10-kali-lipat-dari-kkp-itu-pun-anies-minta-jaring-sampah-ke-menteri-susi

pantesan dipalak 7 jt zombie, suka malak juga sih…..


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.