Survei Pilkada Jateng, Pasangan Ganjar-Yasin Berada Di Atas Angin

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak digelar pertengahan tahun nanti. Setidaknya 171 daerah akan melangsungkan pesta demokrasi.

Salah satu wilayah yang akan melangsungkan Pilkada itu adalah Provinsi Jawa Tengah. Pertarungan politik di lumbung pangan Pulau Jawa ini diprediksi akan keras.

Namun, 3,5 bulan menjelang pemilihan tampaknya Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar Pranowo-Taj Yasin masih unggul jauh dibandingkan pesaingnya, Sudirman Said-Ida Fauziah. Hal itu terbukti dari survei yang digelar oleh Litbang Kompas yang dirilis pada Selasa (13/3).

Hasil survei itu menunjukkan bahwa pasangan calon Ganjar-Yasin unggul soal popularitas dan peluang keterpilihannya. Dalam survei penjajakan yang dilakukan dengan simulasi pencoblosan, Ganjar-Yasin memperoleh 79 persen suara, sedangkan Sudirman-Ida memperoleh 11,8 persen suara. Ada 9,2 persen suara yang belum menentukan pilihan.

Dari aspek popularitas, Ganjar memang menempati posisi puncak sebagai figur paling dikenal dengan perolehan 78,4 persen responden, sedangkan Sudirman dikenali 26 persen responden. Sementara itu, pasangan masing-masing, Yasin dikenal oleh 16,3 persen, sedangkan Ida oleh 12,4 persen responden.

Hasil survei juga menunjukkan eratnya popularitas pasangan dengan pilihan masyarakat, yaitu dilihat dari top of mind masing-masing responden. Sebanyak 83,4 persen orang yang ingatan pertamanya menyebut pasangan Ganjar-Yasin sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur memang berencana memilih pasangan itu.

Begitu pula mereka yang menyebut pasangan Sudirman-Ida sebagai top of mind, sebanyak 62,5 persen akan memilihnya.

Hasil survei di atas tidak terlalu mengejutkan, karena memang Ganjar-Yasin dinilai lebih representatif oleh masyarakat sebagai Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah. Mereka dinilai sangat cocok sebagai pemimpin lumbung suara basis Marhaen di Jawa.

Keunggulan Ganjar-Yasin juga karena ditopang oleh koalisi partai pendukungnya. Pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin sendiri diusung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golkar.

Koalisi itu berasal dari partai besar di Indonesia dan memiliki kesesuaian dengan visi-misi pemerintah pusat dalam membangun bangsa dan negara.

Mari kita nantikan pertarungan politik  dengan cara yang sehat. Saling berkompetisi gagasan dan program, bukan saling menjatuhkan dengan sentimen SARA dan kebencian.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.