Hasil Olah TKP Kecelakaan Truck Tronton Di Bumiayu

Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Bukan Cuma karena Rem Blong

BREBES – Kecelakaan maut terjadi di jalan Bumiayu-Tegal, Kabupaten
Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Kecelakaan yang melibatkan satu truk itu, menewaskan 12 orang yang ada di lokasi kejadian.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Bakharuddin M saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (21/5) mengungkapkan kronologi kecelakaan tersebut.
Dia mengatakan, truk bernopol H 1996 CZ itu, melaju dari arah Ajibarang-Bumiayu, atau dari selatan menuju ke utara. Dengan melewati fly over (FO) Kretek, Kecamatan Paguyangan.
Dia mengatakan, penyebab kecelakaan, bukan karena rem blong. Namun karena muatan yang berlebihan, sehingga sopir telat melakukan pengereman. “Harusnya truk ini selesai. Sudah bisa mengurangi kecepatan. Terus memindahkan gigi juga tidak berhasil. Jadi ketika sudah ke TKP gigi netral,” bebernya.
Kemudian jumlah total muatan 600 karung gula, dengan masing-masing memiliki berat 50 kilogram. Sehingga total berat mencapai 30 ton atau melebihi dari kelas jalan mencapai 18 ton.
“Hasil dari indentifikasi Dinas Perhubungan (Dishub), rem berfungsi baik. Penyebabnya karena tonase. Dengan truk bermuatan tiga orang harusnya berat hanya 20,75 ton. Namun realitasnya muatan mencapai 38 ton atau lebih 18 ton,” terang dia.
12 Korban Tewas Kecelakaan Maut Bumiayu Dapat Santunan Rp 50 Juta
Sopir Truk Maut yang Tewaskan 12 Orang di Bumiayu Jadi Tersangka
Selain Bangunan, Truk di Bumiayu Tabrak 14 Kendaraan
Dia menambahkan, jarak dari Paguyangan ke FO sepanjang 750 meter. Kemudian dari FO sampai ke tempat kecelakaan sepanjang dua kilometer. “Panjang FO sendiri 480 meter. Truk tetap melaju kencang,” ujarnya.
Disinyalir, kata dia, sopir truk tidak mengetahui medan jalan, yang ramai akan warga. Pasalnya, jalan yang dilintasi truk justru masuk tidak berbelok ke arah jalan lingkar.
“Harusnya sopir mengetahui kalau truk muatan berat lewat ke jalan lingkar. Ini malah masuk ke jalur tengah yang ramai pengendara dan warga. Dan benar jarak 300 meter dari lokasi kecelakaan sudah banyak pengendara, warga yang ngabuburit,” terangnya.
Sejak 300 meter dari pertigaan jalan lingkar, merupakan titik pertama kecelakaan. Saat itu truk menabrak tiga motor, hingga satu mobil yang rusak sampai ringsek. “Nabrak motor luka ringan. Terus mobil bolak-balik hingga nabrak tiga orang yang sedang parkir. Sampai menabrak ke counter dan rumah makan,” jelasnya.
Dari kejadian ini, korban tewas total mencapai 12 orang. 11 orang meninggal di lokasi, sementara satu di rumah sakit. “Saat menabrak tiga pengendara total sudah ada tujuh orang. Baru di counter dan rumah makan nambah empat yang meninggal,” ucap dia.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.