Motret Brimob Patroli, Ojol Diamankan Di Palembang

Palembang – Seorang pria di Palembang, Sumatera Selatan, Ahmad Tarmizi (39) diamankan polisi. Ojek online (Ojol) itu terlihat mencurigakan karena kerap mengambil foto saat anggota Brimob Polda Sumsel sedang patroli.

“Benar, seorang pria bernama Ahmaf Tarmizi telah diamankan Brimob Polda Sumsel tadi. Dia dicurigai karena ambil foto Brimob saat patroli dan perilakunya mencurigakan,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Selamet saat ditemui di Mapolda Sumsel, Rabu (16/5/2018).

Setelah diamankan, warga Palembang itu langsung digeledah dan ditemukan adanya sebilah pisau. Belum diketahui secara pasti untuk apa pisau tersebut dibawanya.
Baca juga: Teroris Penyerang Mapolda Riau Kelompok NII Terafiliasi ISIS

Guna pemeriksaan lebih lanjut,Tarmizi langsung digelandang ke Mako Brimob. Di sana Tarmizi akan diintrogasi terkait senjata tajam yang dibawa. Termasuk apakah ada kaitannya dengan aksi teror yang sedang terjadi saat ini.

“Masih diperiksa di Mako Brimob apakah ada kaitan atau tidak (dengan aksi teror). Dia juga seorang driver ojek online dan tinggal di Palembang,” Imbuh Selamet.

Sebagaimana diketahui, anggota Brimob Polda Sumsel mengamankan seorang pria di salah satu SPBU di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang. Saat dilakukan penangkapan, anggota Brimob memakai seragam dan senjata lengkap dan sempat dikira tim Densus 88 Antiteror.
(asp/asp)

https://news.detik.com/berita/d-4023739/motret-brimob-patroli-ojol-diamankan-di-palembang

Menegagkan, Video Driver Gojek Diduga Teroris Ditangkap, Ojek Online Kini Mulai Jadi Sorotan

Ojek online tak luput dari isu teror.
Hal ini ditunjukkan saat tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris.
Persisnya di Simpang Sei Sikambing Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan (15/5/2018).
Terduga teroris yang ditangkap MYR (28), seorang pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online.
Saat penangkapan, MYR mengenakan atribut Gojek tengah berada di atas motornya menunggu order penumpang.
Sekitar lima orang petugas berpakaian preman dan membawa senjata api langusng menyergap MYR dan membekuknya di tepi jalan.
MYR diketahui bertempat tinggal di Jalan Pukat I Gg Sekolah No.4 Keluarahan Banten, Kecamatan Medan Tembung.
Polisi langsung melakukan penggeledahan di rumah MYR.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Paulus Waterpauw membernarkan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris di Medan.
“Saya baru konfirmasi karena memang belum cukup lama ya. Ada informasi penangkapan tapi hasilnya seperti apa kemungkinan besar belum bisa dikomunikasikan,” kata Paulus di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (15/5/2018).
“Mungkin nanti untuk lebih jelasnya, bjsa ditanyakan setelah tim itu tiba di Polda Sumut,” tambahnya.
Para pelaku terorisme saat ini telah diamankan di Mako Brimob Polda Sumut.
Lihat Videonya di bawah:

Profil driver ojek online
Muhammad Yusuf Rangkuti alias Yusuf (28) warga Jalan Pukat I Gang Sekolah dikenal sebagai pemuda yang rajin beribadah dan suka menolong.
Tidak ada yang menyangka baik pihak keluarga maupun tetangganya, bahwa ia terlibat jaringan terorisme tersebut.
Yusuf ditangkap Densus 88 di Simpang Sei Sikambing Sekip Kecamatan Medan Petisah, pada Senin (15/5/2018) kemarin.
Informasi yang dihimpun di rumah Yusuf Jalan Pukat I Gang Sekolah, bahwa dirinya juga hendak melangsungkan pernikahan pada tanggal 1 Juli 2018 mendatang.
Dikabarkan Yusuf mendapat calon dari daerah Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Saat dicoba mencari informasi terkait calon istri dari Yusuf, pihak keluarga tidak ada yang mengetahui.
Tante Yusuf yang kerap dipanggil Wak Upik mengatakan, usai Lebaran Yusug berencana menikah.
“Kami tidak tahu mana calonnya. Namun ia pernah bilang kalau dirinya mau melangsungkan pernikahan di Sidimpuan. Kalau calonnya belum pernah dibawa ke rumah, karena Yusuf bilang ia dikenalkan dari ustaz tempat ia mengaji (ta’aruf).
Yusuf diketahui bekerja sebagai driver ojek online. Ia sudah menjalani pekerjaan itu selama enam bulan.
Ibu Yusuf, Zahriana mengatakan anak ketiganya tersebut baru sekitar 15 hari terakhir mengikuti salah satu pengajian, yang tidak ia ketahui dimana keberadaannya.
“Paling ada lima belas hari dia mengikuti pengajian,” kata Zahriana, Rabu (16/5/2018).
Zahriana menceritakan, menurut mualimah atau ustadzah tempatnya mengaji, Yusuf harus cepat ditarik dari pengajian yang diikutinya.
Jangan lama-lama lagi, karena bisa berbahaya tentang pemahaman agama yang diterimanya.
(Kanan) Zulfahri, orang tua Muhammad Yusuf Rangkuti, terduga teroris yang ditangkap Densus 88, Selasa (16/5/2018)
(Kanan) Zulfahri, orang tua Muhammad Yusuf Rangkuti, terduga teroris yang ditangkap Densus 88, Selasa (16/5/2018) (Tribunnews.com)
“Tarik anakmu itu, jangan disitu mengaji. Jangan lama-lama lagi,” ucap Zahriana menirukan perkataan mualimahnya.
Ditanya dimana alamat tempat pengajian Yusuf berada, Zahriana tidak mengetahui dimana tempat pengajian anaknya tersebut, karena anak ketiganya itu juga tidak pernah mau terbuka.
“Setelah pengajian aku lihat dia tetap sembahyang, mengerjakan perintah Tuhan bagus-bagus,” ujar Zahriana.
Baca: Delapan Orang Anggota JAD Ditangkap Polisi Pascaserangan Mapolda Riau
“Tapi tiap waktunya salat dia selalu bilang, ‘Mak salat, nanti kalau nggak salat besar dosanya. Meninggalkan kewajiban besar dosanya’,” tutur Zahriana menirukan ucapan anaknya itu.
Dijumpai di tempat yang sama, Zulfahri, ayah Yusuf, mengatakan polisi dan anaknya yang ditangkap sempat datang ke rumah.
“Tadi malam Yusuf datang ke rumah dibawa polisi. Mereka sempat mengucapkan salam meminta izin untuk masuk. Mereka bilang ada mau mencari barang di rumah kami,” kata Zulfahri.
“Ditengokin orang itu. Entah apa yang dicari. Terus seluruh rumah di geledah, buku-buku di bawa petugas,” sambungnya.
Zulfahri yakin anak ketiganya itu tidak terlibat jaringan teroris seperti yang diberitakan. Menurutnya, Yusuf anak yang baik.
http://kaltim.tribunnews.com/2018/05/17/menegagkan-video-driver-gojek-diduga-teroris-ditangkap-ojek-online-kini-mulai-jadi-sorotan?page=all


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.