Tiduri Istri Orang, Ketua Karang Taruna Di Aceh Tewas Dikeroyok

Jawapos.com, Aceh – Sial nasib Darwis (50), Ketua Pemuda Desa Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh. Ia dikeroyok massa hingga tewas. Peristiwa itu terjadi karena, ia diduga berbuat mesum dengan istri salah seorang warga setempat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Abdya Iptu Zulfitriadi mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu, 12 Mei 2018, sekitar pukul 01.30 WIB.

“Pengeroyokan dilakukan sekelompok pemuda Desa Gunung Samarinda, berjumlah sekitar puluhan orang,” kata Iptu Zulfitriadi dalam keterangannya, Selasa, 15 Mei 2018.

Ia mengungkapkan, sebelum melakukan pengeroyokan, selama ini warga sudah memantau dan mengintai aktivitas Darwis. Ia diketahui kerap masuk ke rumah warga Desa Gunung Samarinda, bernama Samidan,

“Menurut informasi dari warga setempat, saudara Darwis sering memasuki rumah Samidan. Diduga sering melakukan hubungan gelap dengan istri dari Samidan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi itu, lanjut Zulfitriadi, sejumlah pemuda Desa Gunung Samarinda lantas melakukan penggerebbekan di sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat mesum. Saat itu, Darwis didapati bersembunyi dalam lemari yang ada di dalam rumah tersebut.

Mengetahui hal tersebut, para pemuda langsung melakukan pemukulan terhadap Darwis. Ketua Pemuda Desa Gunung Samarinda. itu pun mengalami luka yang cukup parah.

“Sejumlah warga langsung membawa korban ke Puskesmas Babahrot dengan menggunakan becak motor. Namun, setibanya korban di Puskesmas Babahrot sekira pukul 02.30 WIB, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” jelasnya.

Mengenai kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, polisi sudah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Akan tetapi hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka belum (ada). Masih diperiksa saksi,” tandas Zulfitriadi.
https://m.liputan6.com/amp/3527608/kepergok-tiduri-istri-orang-ketua-karang-taruna-di-aceh-tewas-dikeroyok

Nah loh
Kok bisa,, padahal sudah ada hukum paling sempurna


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.