Acara Pembaptisan, Pastur Dua Kali Tampar Bayi Agar Berhenti Menangis

Merdeka.com – Seorang pastur Katolik diberhentikan dari tugasnya setelah melakukan hal kasar terhadap seorang bayi. Pastur 89 tahun itu menampar bayi yang sedang dibaptisnya karena tidak mau berhenti menangis.

BACA
Kesal mata dicolok saat main bareng, ABG di Muba nekat bunuh balita
Ditinggal suami, RM stres aniaya putrinya yang masih balita hingga tewas
Penganiaya balita di Berau ibu kandung, motif sakit hati dengan mantan suami
Meski alasan pastur melakukan tindakan itu untuk ‘menenangkan’ si bayi, namun perbuatannya tetap mengundang kecaman dari masyarakat. Terlebih ketika rekaman video menampar si bayi sudah beredar luas di media sosial.

“Anak itu menangis dan saya harus memutar kepalanya agar bisa menuangkan air. Saya bilang padanya ‘diam’ tetapi dia tidak mau berhenti,” kata pastur tersebut kepada radio setempat, dikutip dari Telegraph, Sabtu (23/6).

READ MORE
Lulus SD, Gadis Ini Dapat Hadiah Keliling Indonesia Dari Orangtua
Apalah Arti Nyinyiran Mantan Jika Bahagia Sudah di Tangan
“Itu hanya sesuatu di antara belaian dan tamparan kecil. Saya mencoba menenangkannya, karena saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa,” kilahnya.

Dalam video tersebut, tampak pastur menampar si bayi sebanyak dua kali. Namun bayi tersebut malah semakin menangis dan orangtuanya, yang tampak terkejut, langsung memisahkan dia dari cengkraman pastur.

Insiden ini terjadi di gereja Champeaux yang letaknya sekitar 50 kilometer dari bagian tenggara Paris.

Akibat perbuatannya itu, kini pastur tersebut sudah dibebastugaskan dari tugas memimpin pembaptisan, pernikahan, atau menggelar misa sampai pemberitahuan selanjutnya diberikan.

“Kehilangan kontrol dapat disebabkan oleh kelelahan karena umur pastur yang sudah tua, namun hal itu tidak bisa jadi alasan perbuatannya,” demikian pernyataan Keuskupan Meaux.

https://m.merdeka.com/dunia/acara-pembaptisan-pastur-dua-kali-tampar-bayi-agar-berhenti-menangis.html

kasih gembala


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.