Tuduh Lembaga Negara Tak Netral, SBY Mainkan Sandiwara Politik

Tuduh Lembaga Negara Tak Netral, SBY Mainkan Sandiwara Politik

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali mengeluarkan tuduhan bahwa ada oknum di Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, dan TNI yang tidak netral dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

Tuduhan itu menurut SBY berdasarkan laporan yang diterimanya dari berbagai daerah. Tanpa mengajukan bukti yang kuat, dirinya sangat yakin bahwa ketiga lembaga negara tersebut tidak netral.

Tuduhan SBY ini bisa jadi sangat politis, mengingat dirinya kini adalah ketua umum partai yang ikut dalam konstestasi politik. Apa yang diungkapkannya itu bisa jadi hanya upaya memperkeruh situasi politik menjelang pencoblosan Pilkada.

Tak hanya itu, dengan adanya tuduhan, SBY itu diduga kuat tengah memainkan jurus ampuhnya, yaitu merasa menjadi korban. Itu dilakukan untuk mengadu domba dan menyudutkan pemerintah.

Hal tersebut tentunya sangat tidak bijak dinyatakan seorang mantan Presiden. Seharusnya bila memang pihaknya mengetahui ada pelanggaran, maka dilaporkan ke pihak yang berwajib. Bukan justru diumbar dengan melempar bola panas seperti ini. Itu sama saja dia menjadikan tuduhan tersebut sebagai komoditas politik.

Di sisi lain, bisa jadi segala tuduhan itu karena SBY sebagai ketua umum Partai Demokrat sangat khawatir mengenai hasil Pilkada mendatang. Tuduhan itu bisa jadi indikator kepanikannya karena calon yang diusungnya tidak memiliki posisi yang cukup baik.

Sehingga perlu mencari kambing hitam dengan menebar tuduhan tak berdasar demi memperoleh keuntungan politik. Itulah watak oportunis-pragmatis yang sedang dimainkan.

Kita sebaiknya kritis dan waspada atas segala upaya yang hendak merusak kondusifitas masyarakat dalam Pilkada serentak. Semua ini agar persatuan dan kesatuan bangsa dan negara tetap terjaga, tanpa ancaman kepentingan politik sempit.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.