DPRD Sebut Anies Jadi Bahan Lelucon Karena Kinerja Bawahan

DPRD DKI Jakarta menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jadi bahan lelucon karena kinerja bawahannya.

Jakarta, CNN Indonesia — DPRD DKI Jakarta menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jadi bahan lelucon karena kinerja bawahannya di jajaran Pemprov dianggap buruk.

Anggota Komisi D DPRD DKI Bestari Barus mengatakan buruknya kinerja Pemprov DKI tercermin dari serapan anggaran yang sangat rendah.

Enam dinas yang menjadi mitra kerja Komisi D memiliki rata-rata serapan anggaran hanya 26,36 persen per 31 Juli 2018.
Lihat juga:

“Jangan malu-maluin Jakarta. Jangan jadi main-mainin itu Gubernur. Saya juga tidak suka gubernur dijadikan bahan lelucon,” kata Bestari dalam Rapat Komisi D di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (7/8).
Pada rapat tersebut disebutkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman memiliki serapan terendah.

Dinas tersebut menganggarkan Rp3,2 triliun di APBD 2018. Namun mereka hanya mampu menyerap Rp735 miliar atau sekitar 14,32 persen.
Di posisi kedua, Dinas Sumber Daya Air hanya mampu menyerap 20,40 persen dari anggaran Rp3,27 triliun.

Kemudian ada Dinas Bina Marga yang mengurus sarana dan prasarana di DKI. Dari Rp3,3 triliun yang dianggarkan, dinas ini hanya mampu menyerap Rp791,7 miliar atau 23,52 persen.

Lalu Dinas Cipta Karya, Tata Kota, dan Pertanahan (Citata) DKI hanya menyerap Rp144 miliar atau sekitar 29,87 persen dari Rp482 miliar.

Dinas Lingkungan Hidup hanya mampu menyerap Rp735 miliar. Dengan kata lain 33,24 persen dari Rp2,2 triliun.

Terakhir, Dinas Kehutanan menganggarkan Rp2,95 triliun. Namun hanya Rp1 triliun atau sekitar 36,83 persen yang baru terserap.

Lihat juga:
Anies-Sandi Batal Benahi Tiga JPO Rp56 M untuk Asian Games

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi D Iman Satria meminta keseriusan sejumlah kepala dinas di masa mendatang.

Politisi Gerindra itu yakin Pemprov DKI bisa melakukannya jika lebih serius seperti saat merampungkan persiapan Asian Games 2018.

“Ternyata bisa Kali Item yang tadi bau dibersihin, selama ini SDA ke mana saja? Kebersihan biasanya sampah di pinggir jalan tidak ada lagi, kok bisa? Apa kita harus bikin Asian Games tiap tahun di Jakarta agar SKPD bekerja keras,” sindir Iman. (pmg)

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180807172400-20-320303/dprd-sebut-anies-jadi-bahan-lelucon-karena-kinerja-bawahan

Hikayat Si Plonga Plongo Pendidikan Lebih Tinggi Yang Sok Tahu Segala Permasalahan..

Di suatu pagi perusahaan ini terjadi perubahan pemimpin.
Ternyata seperti informasi yg kita dapat bahwa pemimpin yang baru adalah lulusan PT Terkenal yang pastinya strata pendidikannya lebih tinggi.

Si pemimpin baru ini mengajak rapat para bawahan.
Dia memimpin rapat dengan gayanya yang nyentrik dan bahasa campur-campurnya agar terlihat pintar, cerdas dan keamrik-amrikan.

Selama rapat saya perhatikan rekan kerja kok pada senyum-senyum nyindir ya.
Dalam hati saya pun berbisik, si pemimpin baru ini tidak paham masalah, detail dilapangan dan tidak punya pengalaman apa-apa.

Setelah rapat, saya mendekati seorang senior yang sangat berpengalaman di perusahaan ini.

Pak, gimana tanggapannya dengan pemimpin yang baru?? Kok banyak kebijakan yang dirubah ya??
Si bapak menjawab ‘ikutin aja dulu nak, nanti kita lihat hasilnya, sebagai bawahan ya harus taat kepada pemimpin,jika nanti hasilnya kacau balau ya yang akan disalahkan ya pemimpinnya sebagai pemberi perintah.

Setelah beberaba waktu ternyata dugaan kita tepat, pemimpin ini sebenarnya Plonga-plongo, gayanya aja yang sok our.

Setiap rapat kita senyum-senyum sinis dan ngangguk2 seakan-akan sepakat dan sangat menyanjung anak muda lulusan universitas terkenal ini..

Pendek cerita karena perusahaan malah memburuk dipimpin Anak muda ini.
Akhirnya si pemimpin pun diganti.
Kita tersenyum puas sambil kadang tertawa terbahak bahak..

Si bapak yang dulu saya tanyakan pun berkata.

Sebenarnya dia itu Plonga-plongo, tidak paham apa2, sekolahnya aja yang tinggi..

Dan kita pun tertawa terbahak -bahak..

Itulah riwayat si Plonga-plongo..

Tidak ada kaitan dengan berita.
Hanya sebatas cerita tentang si Plonga-plongo


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.