Pemerintahan Jokowi-JK Gelar Operasi Cepat Tanggap, Bantu Korban Gempa Bumi Di NTB

Pemerintahan Presiden Joko Widodo merespon cepat kejadian gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah langsung menggelar operasi cepat tanggap bencana untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dan sekitarnya.

Sebelumnya, terjadi gempa bumi berskala 7 skala richter mengguncang Lombok,a NTB pada Minggu pukul 19.46 WITA. Berdasarkan keterangan resmi BMKG, pusat gempa itu berada di daratan yakni pada titik koordinat 8.37 Lintang Selatan 116.48 Bujur Timur, pada kedalaman 15 kilometer dan berpotensi Tsunami.

Setelah terjadi bencana, Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga di bawahnya langsung bergerak untuk melakukan evakuasi dan membantu para korban yang selamat.

Panglima TNI langsung mengirimkan sebanyak 80 personel Satgas Kesehatan Divisi Infanteri 1 Kostrad ke lokasi gempa untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa terutama yang membutuhkan perawatan medis.

Kehadiran personel Satgas Kesehatan Divisi Infanteri 1 Kostrad ini bertujuan untuk memperkuat paramedis yang sudah ada sehingga penanganan korban musibah bencana cepat teratasi.

Panglima TNI juga memberangkatkan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso (990) ke Lombok, NTB pasca kejadian gempa. Kapal rumah sakit tersebut mengerahkan batalion kesehatan dari Batalion Kesehatan 1/Kostrad dan Batalion Kesehatan 2/Marinir.

Personel membawa perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda lapangan, dapur lapangan, dan peralatan lainnya.

Tak hanya TNI, Polri juga memberangkatkan 460 personel terdiri dari 400 anggota kepolisian dan 60 tim medis ke Lombok untuk membantu evakuasi para korban gempa. Personel membawa peralatan medis seperti obat dan logistik, peralatan kemanusiaan dan lain-lain.

Kemudian, Kemenkes mengerahkan 87 tenaga kesehatan ke Lombok yang berasal dari pemerintah pusat, perguruan tinggi dan rumah sakit daerah dalam upaya tanggap bencana gempa bumi di Lombok. Tenaga medis yang dikirim terdiri dari spesialis bedah umum, bedah ortopedi, bedah toraks, spesialis anestesi, dokter umum dan perawat.

Berikutnya, proses cepat tanggap bencana juga dilakukan oleh tim SAR gabungan yang telah mengevakuasi setidaknya 2.000 hingga 2.700 orang wisatawan domestik maupun mancanegara yang sedang berada di kawasan wisata Gili Meno, Air dan Trawangan (Gili Matra) di Kab. Lombok Utara. Hingga sat ini evakuasi masih terus dilakukan.

Selain itu, guna membantu proses evakuasi terdapat 18 penerbangan tambahan yang melayani wisatawan yang hendak keluar dari Lombok dan Bandara Udara Internasional Lombok Praya juga dioperasikan 24 jam.

Merespon bencana gempa bumi itu, Presiden Jokowi atas nama pribadi dan pemerintah Indonesia menyampaikan duka yang mendalam atas  saudara-saudara kita di NTB yang banyak meninggal dunia karena bencana gempa bumi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa para korban tidak sendirian menghadapi cobaan gempa ini. Karena pemerintah akan semaksimal mungkin hadir membantu.

Presiden ingin penanganan atas bencana gempa ini dilakukan secara menyeluruh termasuk untuk pemulihan yang harus sesegera mungkin, terkait juga karena banyaknya turis di wilayah yang terdampak gempa.

Presiden juga menegaskan bahwa para korban akan mendapatkan bantuan setelah dilakukan kalkulasi terkait dampak gempa yang terjadi.

Semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah di atas patut diapresiasi. Cepat tanggap dan sesegera mungkin memberikan bantuan.

Ini adalah wujud dari cepat tanggap pemerintah untuk melaksanakam operasi kemanusiaan secara maksimal kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.