Putra-Putri Mantan Teroris Jadi Pengibar Bendera Merah Putih

Analisadaily.com (Medan) – Peringatan Hari Kemerdekaan menjadi momentum bagi seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali bagi putra-putri mantan teroris.

Mereka didaulat sebagai pasukan pengibar bendera (paskibra) Merah Putih. Seperti yang terlihat di Pesantren Al Hidayah milik mantan teroris yang berada di jalan Sei Mencirim , Deli Serdang.

Putra-putri dari mantan teroris tampak semangat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73.

“Pasukan pengibar bendera memang santri dari Pesantren Alhidayah. Mereka anak- anak dari mantan anggota teroris di Medan,” kata Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesih Sitepu, Jumat (17/8).

Dijelaskannya, mulai dari pengibar bendera hingga komandan upacara seluruhnya putra-putri mantan anggota teroris yang menjalani pendidikan di Pesantren Alhidayah milik Ghozali yang merupakan pentolan dari teroris di Medan.

“Pesantren ini milik mantan teroris juga yaitu ustadz Ghozali,” jelasnya.

Dalam upacara tersebut juga dihadiri Kepala Perlindungan BNPT, Brigjen Herwan Khaidir, dan sejumlah mantan anggota teroris, salah satu di antaranya Mustafa yang terlibat kasus perampokan Bank Lippo di Jalan Dr. Mansyur tahun 2003.

Para peserta tersebut juga tampak khidmat mengikuti upacara bendera dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun.

http://m.analisadaily.com/read/putra-putri-mantan-teroris-jadi-pengibar-bendera-merah-putih/603597/2018/08/17

Putra-putri mantan teroris indonesia yang berasal dari pesantren milik ustazd
Ghozali pentolan teroris di Medan Indonesia tampak antusias mengikuti dan berpartisipasi dalam upacara kemerdekaan dan juga diikuti sejumlah mantan anggota teroris indonesia lainnya


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.