Demokrat: Asia Sentinel, Baru Jab Ringan Sudah Minta Maaf

RMOL. Asia Sentinel meminta maaf kepada Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas artikel berjudul ‘Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar.’

BERITA TERKAIT
Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat Dan Rakyat Indonesia
Resmi, Demokrat Akan Gugat Asia Sentinel Dan John Berthelsen
Demokrat: Artikel Asia Sentinel Operasi Bawah Tanah Untuk Mendiskreditkan SBY
Demokrat menanggapi Asia Sentinel ibarat kalah sebelum berperang.

“Hehe.. Belum juga “diapa-apain”, barat pukulan baru jab ringan, udah minta maaf begini,” tulis Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon dalam akun Twitter @jansen_jsp, rabu (19/9).

Meski begitu, Demokrat tidak berhenti di situ. Demokrat akan memperpanjang pihak-pihak yang selama ini membesar-besarkan tuduhan salah Asia Sentinel kepada SBY, terutama di dalam negeri.

“Pihak didalam negeri yg ikut bermain di persoalan ini akan terus kami KEJAR sampai ke gorong2,” lanjut Jansen.

Baca: Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat Dan Rakyat Indonesia.

Begitu pula media massa di Tanah Air yang selama ini menyebarluaskan artikel tuduhan Asia Sentinel, Jansen mengimbau untuk juga meminta maaf.

“Media lokal segera lakukan langkah yg sama! Kami tunggu!!,” tegas Jansen. [wah]

https://politik.rmol.co/read/2018/09/19/358145/Demokrat:-Asia-Sentinel,-Baru-Jab-Ringan-Sudah-Minta-Maaf-

Asia Sentinel Minta Maaf, Demokrat Tetap Usut Kasus hingga Tuntas

Partai Demokrat menghargai permintaan maaf Asia Sentinel terkait berita yang menyudutkan Ketum Susilo Bambang Yudhoyono karena terlibat dalam kasus Bank Century. Namun, Wasekjen Demokrat Andi Arif memastikan partai akan tetap mengusut kasus ini hingga tuntas.
Tak tanggung-tanggung ia mengaku timnya telah berangkat ke Hong Kong, Mauritius, dan Amerika Serikat untuk mencari kejelasan dari kasus ini.
“Kita menghargai permohonan maaf ini. Namun tiga tim yang berangkat ke Hong Kong, Mauritius dan Amerika tetap jalan,” kata Andi kepada kumparan, Kamis (20/9).

Wasekjen Demokrat Andi Arief di kediaman SBY, Mega Kuningan (Foto:Ricad Saka/kumparan)

Andi mengatakan, kunjungan timnya ke Amerika Serikat agar bisa menyelesaikan persoalan tersebut dengan John Berthelsen–penulis berita yang menyudutkan SBY. Demokrat juga telah meminta bantuan Dubes Indonesia di Amerika Serikat.
“Sementara ke Amerika ingin meminta bantuan Dubes Indonesia untuk memediasi dengan John Berthelsen yang warga negara Amerika,” lanjutnya.
Andi menjelaskan, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan telah berada di Hong Kong untuk bertemu dengan pihak Asia Sentinel.
“Hinca, Sekjen sudah berada di Hong Kong. Besok akan konfrensi pers. (Tim juga) ke Mauritius untuk mendapatkan informasi apakah benar berita bahwa sudah ada gugatan atau belum,” ujarnya.

Bank Century (Foto:Facebook Bank Century)

Sementara, untuk persoalan di dalam negeri, Andi memastikan akan tetap mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran berita bohong tersebut. “Ini belum selesai, Pihak dalam negeri yang menyebarkan info fitnah akan kami kejar,” pungkasnya.
Sebelumnya, pernyataan maaf ditulis pihak Asia Sentinel dalam laman www.asiasentinel.com, yang dipublikasikan pada Rabu (19/8). Asia Sentinel mengakui telah membuat tulisan yang berisi tuduhan kepada SBY karena menggunakan Bank Century sebagai pencucian uang.
“Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang berjalan pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia,” tulis Asia Sentinel, dikutip kumparan, Kamis (20/9).

https://kumparan.com/@kumparannews/asia-sentinel-minta-maaf-demokrat-tetap-usut-kasus-hingga-tuntas-1537383203746501380

mampuss..nastak mao dikejar ampe gorong2


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.