Demokrat Ke Hong Kong Telusuri Asia Sentinel: Media Abal-abal

Partai Demokrat sudah mengirim Tim investigasi untuk menelusuri keberadaan kantor berita Asia Sentinel di Hong Kong. Investigasi tersebut dipimpin oleh Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut Asia Sentinel bukan media kredibel. Termasuk berita terkait tuduhan terhadap SBY adalah fitnah.
“Bahwa apa yang disebut Metro TV bahwa Asia Sentinel ini adalah kredibel. Kami pastikan tidak kredibel dalam bahasa Medan abal-abal,” kata Hinca dalam video siaran pers di Victoria Park Hong Kong, Kamis (20/9) malam.

Pidato Politik SBY di HUT Partai Demokrat (Foto:Abror Rizki/Partai Demokrat)

Hinca mengatakan saat ditelusuri tidak ditemukan kantor berita Asia Sentinel. Artinya, alamat kantor Asia Sentinel fiktif. Termasuk keberadaan Pemimpin Redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen juga tidak ditemukan jejaknya.
“Pertama kami menelusuri dan menemukan unique code di Jalan Kennedy yang kami sebut Kennedy Road 39 lantai 1A di mana dokumen itu menyatakan kantor alamat Asia Sentinel. Kami pastikan tidak ditemukan kantor itu, kami pastikan tidak ada Saudara John di situ lagi. Jejaknya pun tidak ditemukan lagi,”
“Kami menyebutnya tidak kredible,” imbuhnya.

BACA JUGA
Asia Sentinel Minta Maaf, Demokrat Tetap Usut Kasus hingga Tuntas
SBY soal Asia Sentinel: Kita Kejar ke Ujung Dunia yang Ikut Memfitnah
Asia Sentinel Minta Maaf ke SBY dan Tarik Berita soal Kasus Century

Hinca juga menjelaskan, penelusuran tersebut tidak berhenti pada alamat fiktif Asian Sentinel. Mereka menyambangi Dewan Pers dan asosiasi jurnalis Hong Kong untuk mengetahui lebih jelas media tersebut, tapi hasilnya nihil.
“Dari sana kami bergerak ke Dewan Pers Hong Kong, kami menemui sekretarisnya dan telah berkomunikasi dengan Chris Yung salah satu komisioner Dewan Pers Hong Kong. kami menanyakan ‘apakah Asia Sentinel adalah teregister di dewan pers Hong Kong?’ jawabnya tidak, ‘apakah mengenal Asian Sentinel dan Saudara John?’ jawabnya tidak,”sebut Hinca.
“Kami juga bertanya kebanyak orang satu demi satu ‘apakah mengenal Asia Sentinel?’ jawabnya juga tidak,” sambungnya.

Sebelumnya, Asia Sentinel menulis aritkel yang berisi tuduhan SBY menggunakan Bank Century sebagai sarana pencucian uang, Rabu (19/8). Kemudian, pernyataan maaf ditulis pihak Asia Sentinel dalam laman www.asiasentinel.com, yang mengakui telah membuat tulisan tidak berimbang pada Kamis (20/9).
Meski permintaan tersebut telah diterima, SBY dan Partai Demokrat tidak tinggal diam. Sejumlah kadernya dikerahkan ke Hong Kong, Mauritius, dan Amerika Serikat untuk mencari kejelasan dari kasus ini.

https://m.kumparan.com/@kumparannews/demokrat-ke-hong-kong-telusuri-asia-sentinel-media-abal-abal-1537464398279431016

nastak anjenk onani pakek media abal2


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.