Pelemahan Rupiah Tidak Mempengaruhi Daya Beli Masyarakat

Pelemahan nilai rukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dinilai tidak akan berdampak pada daya beli masyarakat. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Ekonom PT Bank Central David Samual. Menurutnya, pemerintah terus berupaya untuk menjaga harga-harga terutama agar tetap stabil.

“Tahun ini gaji kan naik, harga-harga juga cukup terjaga meski pemerjntah kalau di beras harga naik sedikit lakukan intervensi,” jelas dia

David juga menambahkan yang benar-benar akan merasakan dampak dari pelemahan rupiah adalah masyarkat kalangan menengah ke atas yang memiliki konsumsi barang-barang impor dan sering ke luar negeri.

Sementara itu, VP Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menjelaskan, transmisi dari pelemahan nilai tukar yang berlanjut akan mendorong kenaikan inflasi khususnya dipengaruhi oleh imported inflation.

Kenaikan inflasi selanjutnya akan mempengaruhi konsumsi rumah tangga. Jika inflasi cenderung tinggi maka daya beli masyarakat cenderung menurun.

“Namun demikian, BI dan pemerintah sudah berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek yang diharapkan dapat mengelola ekspektasi nilai tukar sehingga harapannya dapat meredam transmisi pelemahan nilai tukar rupiah pada inflasi dan konsumsi rumah tangga,” ujar dia.

Sumber :https://bit.ly/2OiOzBr


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.