Plt Gubernur Riau Sedih Lihat Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai

JawaPos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim merasa sedih dan kecewa. Sebab, hingga kini pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai masih jalan di tempat. Padahal pengerjaannya sudah dimulai sejak Desember 2016 lalu.

“Kadang bukan apa-apa, tidak ada progres yang kita lihat. Kita tunggu juga tapi begini juga ceritanya. Bukan marah, tapi kesal. Udah berapa bulan ni? Kalau enggak saya bawa rapat macam mana?” ujar Wan Thamrin usai rapat perkembangan tol Pekanbaru-Dumai di Pekanbaru, Riau, Rabu (26/9).

Terakhir kali saat melakukan sidak langsung ke lokasi pada April lalu, Wan Thamrin menyebut perkembangan tol itu masih sama saja. Pengerjaan seksi I, Rumbai-Minas (9,6 km) dan seksi II, Minas-Petapahan (24,1 km) tak berjalan dengan baik. Padahal rencananya, pengerjaannya akan dilakukan sebanyak enam seksi.

Rapat tindak lanjut perkembangan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, di kantor Gubernur Riau, Rabu (26/9). (Istimewa)

“Masalahnya yang berkutat itu-itu juga. Ganti rugi tanah. Kalau ini lambat terus akan dihentikan proyek ini oleh pusat. Mau tanam ubi di jalan tol tu? Malu ndak kalau seperti itu,” katanya.

Adapun permasalahan yang dihadapi sehingga mangkraknya pengerjaan jalan tol itu, diantaranya pelepasan kawasan hutan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di beberapa bagian yang dilintasi jalan tol tersebut.

Kemudian, soal masalah ganti rugi lahan dan tumpang tindih antara sertifikat milik warga dengan negara di area Barang Milik Negara (BMN), yaitu PT Chevron Pasific Indonesia (CPI).

“Progresnya memang berkutat masalah ganti rugi tanah itu. Tak bisa maju secara pesat. Ini sudah ada payung hukum dan tidak ada masalah. Ini bukan kawasan lindung. Kalau di tempat lain rumah
orang yang dibongkar. Kita hutan. Bukan banyak penduduk,” ucapnya.
Adapun payung hukum terkait Proyek Strategi Nasional (PSN) yang dimaksud Wan Thamrin ialah, Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk kepentingan umum.

“Kita kan ada target kehidupan. Bagi saya pribadi ini target saya. Saya memang komit ini. Makanya dalam waktu tiga bulan ini dikebut. Digesa ni, lagian tidak ada masyarakat menolak,” jelasnya.

Pembangunan dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai kontraktor utama. Dalam pengerjaannya, PT Hutama Karya tak sendiri, beberapa OPD turut dilibatkan. Seperti Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Riau, Badan Pertanahan Nasional Riau, Kejaksaan Riau, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Riau.

Pengerjaan jalan tol sepanjang 131,5 kilometer ini, digadang-gadang akan dilakukan dalam enam seksi. Seksi I Pekanbaru-Minas, Seksi II Minas-Kandis Selatan, Seksi III Kandis Selatan-Kandis Utara, Seksi IV Kandis Utara-Duri Selatan, Seksi V Duri Selatan-Duri Utara, dan Seksi VI Duri Utara-Dumai. Jalan tol perdana yang dimiliki Riau itu bakal rampung tahun 2019 mendatang.

(ica/JPC)

https://www.jawapos.com/jpg-today/26/09/2018/plt-gubernur-riau-sedih-lihat-pembangunan-tol-pekanbaru-dumai

mangkrak?


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.