Rizal Ramli ‘Nakut-nakutin’ Kondisi Rupiah: Rp15 Ribu Itu Baru Permulaan

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan pelemahan rupiah yang saat ini hampir menyentuh Rp15.000 per dolar AS masih akan tetap berlanjut. Rizal tampak menakut-nakuti kondisi rupiah yang masih saja loyo dihadapan dolar. Kata Rizal rupiah di level tersebut justru baru permulaan di tengah masih tingginya ketidakpastian global.

“Apakah dengan semua langkah yang diambil kita sudah capai stabilitas yaitu di bawah Rp15.000? Kami jawab, belum. Ini baru permualan, karena langkah-langkahnya itu banyak yang behind the curve, di belakang kecenderungan,” ujarnya.

Menurut Rizal, satu-satunya yang melakukan kebijakan ahead the curve yaitu Bank Indonesia. Ia mengapresiasi Gubernur BI Perry Warjiyo yang telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate hingga 1,25 persen.

“Gubernur BI saya puji ia ambil langkah naikkan tingkat bunga 1,25 persen, mungkin harusnya 3-4 persen, atau dicicil. Tapi, kalau ia terlalu tiinggi naikkan tingkat bunga, pertumbuhan ekonomi akan anjlok 4,5 persen. NPL di perbankan juga pasti akan semakin tinggi,” kata Rizal.

Penulis: Redaksi/Ant
Editor: Ferry Hidayat

https://m.wartaekonomi.co.id/berita196749/rizal-ramli-nakut-nakutin-kondisi-rupiah-rp15-ribu-itu-baru-permulaan.html

Kwik Kian Gie: Infrastruktur Asal Bangun, Tak Pikirkan Utang

Jakarta – Ekonom Kwik Kian Gie menyebut pembangunan infrastruktur dilakukan secara asal-asalan. Pembiayaan infrastruktur ini disebut Kwik juga berasal dari utang.

“Nah, yang sekarang dilakukan dan sudah berkali-kali saya katakan adalah bahwa infrastruktur itu asal dibangun, sampai uangnya kurang pun tidak peduli, utang ke luar negeri,” kata Kwik dalam diskusi di Media Center Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).

Kwik mengaku sudah menyarankan pemerintah agar tak ngotot membangun infrastruktur. Sebab, akan berimbas salah satunya terhadap nilai dolar AS.

Baca juga: Di Depan Sandi, Kwik Kian Gie Cerita Kemarahan Mega ke Tim PDIP

“Ketika utang ke luar negeri, sudah, saya juga sudah bilang sebelum menjadi penasihatnya Pak Prabowo, sudah mengatakan bahwa ini akan mengakibatkan pembayaran bunga dalam valuta asing, mengakibatkan permintaan dolar yang melonjak,” ujarnya.

Kwik, yang juga mantan Kepala Bappenas, menuturkan pembangunan infrastruktur harus tepat guna dan tepat waktu. Pembangunan tidak boleh tanpa memikirkan aspek manfaat dan waktu.

“Kebutuhan infrastruktur untuk negara yang sedemikian besar dan luas itu tidak asal membangun infrastruktur di mana saja. Infrastruktur itu dibangun di mana dan yang dibangun apa dan kapan,” terang Kwik.

“Kalau infrastruktur itu dibangun di tempat yang salah, berarti akan nganggur, padahal biayanya besar. Kalau infrastruktur itu dibangun terlampau pagi, tidak akan relevan untuk jangka waktu lama. Kalau dibangun terlampau terlambat, segala-galanya akan macet,” sambungnya.

Kwik lantas menyebut pemerintahan Jokowi saat ini sedang panik, yang juga berimbas pada kepanikan masyarakat. Karena panik, banyak orang yang menukarkan rupiahnya ke dolar AS.

“Dan ternyata benar, kan. Nah ketika benar, baru kelabakan, lalu menjalankan perpolitikan yang sifatnya panik. Karena (pemerintah) panik, masyarakatnya ikut panik. Jadi uangnya nganggur, rupiah pun dibelikan dolar, lebih parah lagi. Itulah yang menyebabkan (nilai tukar dolar naik),” ujar Kwik. (zak/fdn)

https://m.detik.com/news/berita/d-4230682/kwik-kian-gie-infrastruktur-asal-bangun-tak-pikirkan-utang

periode udh bikin kapok


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.