Siap-siap, Harga Barang Ritel Diperkirakan Naik Di Akhir 2018

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga produk ritel diperkirakan akan mulai naik pada Kuartal IV-2018 atau awal tahun depan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mande, mengatakan kenaikan harga dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan upaya pengendalian impor oleh pemerintah.

“Pelemahan rupiah sekitar 15-20% masih bisa dijaga, tapi kalau sudah 50% ke atas biasanya sektor hulu sudah berteriak. Sekarang kan pelemahannya sudah sekitar 8-11% sejak awal tahun, jadi masih di bawah. Eskalasi [kenaikan harga] mungkin terjadi di kuartal IV,” ujar Roy kepada CNBC Indonesia di Kementerian Perdagangan, Selasa (18/9/2018).

Roy mengatakan stok barang ritel pelaku usaha untuk dipasok ke seluruh wilayah Indonesia masih mencukupi, setidaknya untuk 3-4 bulan ini. Dia pun mengingatkan bahwa pelaku usaha ritel paling enggan untuk menaikkan harga apabila tidak ada tekanan dari sektor hulu (produsen).

PILIHAN REDAKSI
Selamatkan Rupiah, Ini Resep Manjur dari Kepala BKF
Perang Dagang Memanas, Mayoritas Bursa Eropa Dibuka Flat
Pukul 10:00 WIB: Rupiah Masih Bertahan di Level Rp 14.900/US$

“Ritel paling anti untuk naikkan harga karena dampaknya besar ke daya beli masyarakat. Jadi saat ini kami masih bisa memberikan harga lama, apalagi kalau bukan produk impor. Biasanya yang kita jaga untuk kuartal berikutnya, itu pun tekanannya akan terasa pertama kali di hulu,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dari 1.147 jenis barang impor yang dikenakan kenaikan pajak penghasilan (PPh) pasal 22, terdapat 281 produk yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Produk substitusi ini, lanjutnya, sudah diminati dan diserap oleh masyarakat.

Foto: Ilustrasi ritel (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

“Bahan baku utama dan bahan penolong seperti kapas dan kedelai, perusahaan di sektor hulu sudah mulai bergerilya ke negara-negara lain untuk mencari harga yang terjangkau dan memasok dalam jumlah signifikan. Ini agar tidak terjadi eskalasi harga berlebihan,” katanya.

Adapun untuk produk elektronik yang masih besar kandungan impornya seperti laptop, dia mengklaim pedagang masih memiliki stok lama, termasuk untuk aksesoris dan spare parts.

“Jadi kenyataannya kalau masih bisa ditahan, pedagang akan menahan harga. Kalaupun saat ini sudah ada kenaikan pasti tidak terasa,” pungkasnya. (ray)

https://www.cnbcindonesia.com/news/20180919102803-4-33767/siap-siap-harga-barang-ritel-diperkirakan-naik-di-akhir-2018

Awas! Pemerintah Awasi Ketat Penggunaan Barang Impor

Jakarta, CNBC Indonesia – Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, memimpin tim pengawas penggunaan barang produksi dalam negeri di kementerian, lembaga pemerintahan, maupun badan swasta

Hal itu sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 17 September 2018.

Tim tersebut beranggotakan 21 petinggi negara termasuk di dalamnya 13 menteri.

PILIHAN REDAKSI
Rawan Penyelundupan, Pengawasan 4 Barang Impor Ini Diperketat
Perang Dagang AS-China Bisa Gerus Ekspor RI Hingga Rp 163,5 T
Tak Hanya China, Ini Negara yang Perang Dagang dengan AS
Defisit Dagang RI dengan China Semakin Melebar, Apa Sebabnya?

Tugas Tim P3DN itu antara lain memantau penggunaan produk dalam negeri yang dilakukan oleh lembaga negara, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, lembaga pemerintah lainnya, satuan kerja perangkat daerah dan badan usaha swasta sesuai Pasal 57 Peraturan Pemerintah Nomor 29/2018 tentang Pemberdayaan Industri.

Di samping itu, tim juga bertugas mengawasi implementasi konsistensi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dalam melaksanakan tugasnya, tim dapat melibatkan asosiasi industri dan organisasi profesi.

Berikut secara lengkap isi dari Keppres yang ditandatangani Jokowi tersebut:

https://www.cnbcindonesia.com/news/20180919091244-4-33755/awas-pemerintah-awasi-ketat-penggunaan-barang-impor

rezim kalap gara2 salah urus


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.