Usai Sidang, Pendeta Asaf Marpaung Bantah Ajarkan Aliran Sesat

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pimpinan Gereja Indonesia Revival Church (IRC) Pendeta Asaf Tunggul Marpaung membantah dirinya memberikan aliran sesat. Bantahan yang diungkapkan Pendeta Asaf diterangkan kepada Tribun Medan usai menjalani sidang gugatan terhadap mantan pengurus Gereja IRC di Pengadilan Negeri Medan, Senin (24/9/2018).

Pendeta Asaf menerangkan bahwa isu yang merebak di media menyebutkan dirinya mengajarkan aliran sesat adalah hal yang keliru. Pendeta Asaf meluruskan isu yang diterpa kepadanya tersebut, lantaran ia menggugatmantan pengurus Gereja IRC yang diduga melarikan sertifikat gereja.

“Kabar saya mengajarkan aliran sesat itu keliru, itu dihembuskan oleh orang yang punya kepentingan.Isu Isu itu merebak usai saya menggugat mantan Jemaat sekaligus bendahara yang melarikan sertifikat tanah gereja. Sekarang, Mereka juga menggembok gereja sehingga para jemaat sulit beribadah selama ini,” terang Pendeta Asaf usai sidang di Cakra 8.

Pendeta Asaf menggugat dua mantan jemaat sekaligus pengurus Gereja IRC Jalan Setiabudi Gang Rahmad, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan ke Pengadilan Negeri Medan.

Dua mantan pengurus Gereja IRC yang dituduh melarikan sertifikat yaitu Milva Siregar dan Guntur Hamonangan Marbun. Selain itu, Pendeta Asaf juga menggugat pegawai pertanahan Belgia Hutapea yang dianggap mendukung melarikan sertifikat tanah tersebut.

“Jadi sertifikat gereja itu memang dibeli secara terpisah. Saat awal pendirian pada tahun 2008, nama mereka (Milva Siregar dan Guntur Hamonangan Marbun) itu dipakai untuk membeli tanah namun belakangan ini mereka larikan sertifikat dan menggembok pintu gereja sehingga jemaah sulit beribadah,” ujarnya.

Mewakili ratusan jemaat, Pendeta Asaf berharap mantan pengurus mengembalikan sertifikat tanah yang berukuran seluas 1379 meter persegi tersebut.

Sementara, Pengacara kedua mantan Pengurus Gereja IRC Milva Siregar dan Guntur Hamonangan Marbun yakni Verry Sianipar SH membantah tudingan melarikan sertifikat tanah gereja. Verry berujar bahwa Pendeta Asaf memiliki kepentingan tertentu terhadap sertifikat tanah tersebut.

Verry menyebutkan bahwa Pendeta Asaf bukan sosok yang pantas memimpin Gereja Indonesia Revival Church tersebut.
“Pendeta Asaf bukan orang yang tepat memimpin Gereja tersebut. Dia punya niatan tertentu terhadap sertifikat ini. Kita juga saling melaporkan ke Polda, kok” bantah Verry Sianipar. Mewakili kliennya Verry Sianipar bersikukuh menyebutkan pendeta Asaf telah mengajarkan nasihat yang sesat kepada jemaat selama ini. “Banyak ajarannya yang melenceng,” pungkasnya.
(cr15/tribun-medan.com)

http://medan.tribunnews.com/2018/09/24/usai-sidang-pendeta-asaf-marpaung-bantah-ajarkan-aliran-sesat

Berani Berani nya para Jemaat menipu buapak gembala


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.