Utang Pemerintah Ikut Membengkak Di Saat Dollar Mahal

KONTAN.CO.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah mengakibatkan beban utang pemerintah di tahun ini melonjak. Penyebab kenaikan itu datang dari dua arah. Pertama, selisih dari asumsi nilai tukar dollar AS terhadap rupiah yang ditetapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negar dengan kurs rata-rata sepanjang tahun. Kedua, meningkatnya bunga surat utang baru yang diterbitkan pemerintah.

Selisih dari asumsi nilai tukar dengan nilai tukar rata-rata kini mencapai Rp 582,32. APBN mencantumkan asumsi nilai tukar dollar AS sebesar Rp 13.400. Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia jika dirata-rata sejak awal tahun hingga 10 September telah mencapai Rp 13.982,32.

Pemerintah juga harus menawarkan bunga yang lebih menarik untuk surat utangnya yang baru agar investor tertarik seiring dengan naiknya credit default swap (CDS) Indonesia. “Yield surat perbendaharaan negara (SPN) kini makin meningkat, ongkos bayar utang jadi tinggi. Suku bunga relatif mahal, kita sekarang harus hati-hati,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (10/9).

Berbagai sentimen negatif yang mengepung emerging market, termasuk Indonesia, telah mengerek persepsi risiko berinvestasi. Persepsi itu yang tercermin dari CDS. Mengutip data Bloomberg, CDS Indonesia dengan jangka waktu 5 tahun, awal pekan ini sebesar 148,48. Padahal minggu lalu, angka CDS masih bergerak di level 143,67.

Pergerekan CDS itu seiring dengan peningkatan bunga SPN. Sri Mulyani menuturkan, SPN untuk 3 bulan diperdagangkan di 5,29% per 10 September 2018. Angka itu naik dari sebelumnya di rata-rata 4,7%. Merujuk ke tren itu, Sri Mulyani memprediksi, yield SPN 3 bulan di lelang berikutnya bergerak di kisaran di 5,4%-5,7%.

Utang pemerintah per akhir Juli 2018 menurut catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencapai Rp 4.253,02 triliun, tumbuh 12,51% dibanding setahun sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 1.804,42 triliun atau 42,42% merupakan utang valas yang sebagian besar berdenominasi dollar AS.

Dari total utang pemerintah, yang jatuh tempo di tahun ini mencapai Rp 395,97 triliun. Dari total yang jatuh tempo, utang dalam dollar AS mencapai Rp 113,06 triliun, jika menggunakan kurs Rp 13.400 per dollar AS.

https://m.kontan.co.id/news/utang-pemerintah-ikut-membengkak-di-saat-dollar-mahal

karena depresiasi rupiah, hutang jadi semakin besar


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.