PAN Pecah, Suara Terbelah Ancaman Pecat Membahana

PAN Pecah, Suara Terbelah Ancaman Pecat Membahana

Beberapa bulan menjelang Pemilu, internal Partai Amanat Nasional (PAN) bergejolak. Terbaru muncul desakan agar Waketum PAN Bara Hasibuan dicopot.

Alasannya, karena dirinya justru menghormati kader PAN Kalsel yang mendukung pasangan capres cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf. Suara dari kader lintas daerah itu baru sebatas wacana, belum menjadi keputusan resmi.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais juga didesak mundur oleh sejumlah pendiri partai berlambang matahari itu.

Bara memberikan klarifikasi bahwa sikapnya membela para pengurus daerah yang melakukan deklarasi untuk mendukung Jokowi dilandasi sikap memahami apa yang dilakukan pengurus partai di tingkat daerah. Hal itu justru untuk kepentingan partai dalam konteks pileg April ini.

Ia mengakui tidak bisa mengingkari realitas bahwa di wilayah tertentu mayoritas mendukung Jokowi. Maka, dibutuhkan keberanian besar untuk mengambil keputusan tersebut hingga pada titik deklarasi.

Kasus PAN ini cukup menarik perhatian publik. Sebab, ealita yang terjadi di tingkat bawah tak sejalan dengan keputusan di pusat, dimana mayoritas masyarakat Kalimantan Selatan mampu melihat dan merasakan kerja pembangunan di era Jokowi.

Keputusan tersebut menjadi salah satu penanda bahwa partai yang dilabeli Partai Allah tersebut tak mampu menampung dan menyuarakan aspirasi rakyat.

Dampak dari perpecahan internal partai tersebut, secara luas akan turut menggoyahkan elektabilitas capres yang diusung PAN.

Jika tindak lanjut kasus tersebut berujung pada pemecatan para pengurus daerah yang mendukung Jokowi, maka itu adalah kesalahan besar. Karena hanya akan merugikan partai tersebut pada Pileg 2019.

Kasus itu menjadi wujud dari sebuah otokritik untuk partai yang tak mampu melihat kondisi dan aspirasi masyarakat.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.