Sistem Pemungutan Suara Harus Diubah, Ini Pandangan Ane Gan Tentang Skema Seharusnya

Assalamualaikum agan2 semua.

Ane cuma punya pemikiran aja ni, tentang pilkada yang sebentar lagi dihelat di Negara tercinta ini.

Menurut ane Harusnya pemungutan suara level capres itu jumlah suara di tiap provinsi ditotal lalu dibagi jumlah pemilih di provinsi tersebut lalu dikali 100 agar ketemu persentasenya, setelah itu ditotal semua persentase dari seluruh provinsi baru dibagi jumlah provinsinya. Bukan seperti saat ini hanya dihitung totalan suara dari seluruh provinsi saja.

contoh:
Total Provinsi ada 3 (100% suara)
CP 1: Prov A 20.000 suara dapatnya 11.400 (57%), Prov B 5.000 suara dapatnya 1.600 (38%), Prov C 8.000 suara dapatnya 4.000 (50%) = (57 38 50)/3 Provinsi = 48,33%
CP 2: Prov A 20.000 suara dapatnya 8.600 (43%), Prov B 5.000 suara dapatnya 3.400 (62%), Prov C 8.000 suara dapatnya 4.000 (50%) = (43 62 50)/3= 51,67%
jadi yang menang CP 2.

kalau hitungan sekarang yang dipakai KPU
CP 1: 11.400 1.600 4.000= 17.000 suara
CP 2: 8.600 3.400 4.000= 16.000 suara
CP 1 yang menang

begitu juga buat Pilkada & Pileg

Kades: totalan persentase suara semua dusun
bupati: totalan persentase suara semua desa/kecamatan
gubernur: totalan persentase suara semua kabupaten
Caleg Partai di DPRD tingkat 2: Totalan persentase suara semua wilayah kecamatan pemilihannya
Caleg Partai di DPRD tingkat 1: Totalan persentase suara semua wilayah kabupaten pemilihannya
Caleg Partai di DPR RI: Totalan persentase suara semua wilayah provinsi pemilihannya
Partai untuk parliamentary threshold: Totalan persentase suara nasional

kenapa menurut saya seharusnya seperti itu, karena sampai pemerataan penduduk benar2 berhasil ga akan suara kalimantan tengah bisa ngalahin suara di jawa barat karena penduduk jawa barat lebih padat, konsekuensinya ya ga akan ada satupun capres yang berani bangun wilayah luar jawa lebih pesat dari pada pembangunan di pulau jawa, Pasti Pulau jawa lah yg dibangun dulu baru pulau lainnya. Gimana gimana presiden juga butuh suara buat pilpres mendatang, atau kalau sudah 2 kali menjabat ya minimal buat suara partainya.

Maka tak salah bila orang luar pulau jawa akan teriak misalkan “Yang dibangun jawa terus, dijawa apa2 lebih murah daripada di bangka, pendidikan di jawa lebih baik dari pada di papua, dan teriakan2 sinis lainnya”. Dan presiden yang sekarang pun walau bangun papua, sumatera, kalimantan, dll, tapi tetap toh intinya pulau jawa dulu yang dibangun. Seperti Tol merak-Surabaya, Bandara Linggarjati, Lintas selatan jawa,dll.

Sekali lagi, katanya sila ke 5 isinya ” Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia”, Masa suara pilihan orang di ambon selalu tertutupi suara pilihan orang dijawa. Selain itu, Nyoblos harusnya cuma modal eKTP 1 identitas lain (KK, Kartu Bpjs, Sim, Paspor) aja biar orang diperantauan bisa nyoblos juga dab, masak buat nyoblos aja kudu balik kampung dulu atau harus buat surat pengantar RT dulu, Kalah dong sama syarat pengajuan kredit di omah Credit

Ya saya memang tinggal di Jawa, tapi setidaknya pernahlah main2 ke pelosok kalimantan
dan tw lah gimana ‘hancur leburnya” di pedalaman

kalau masih pakai sistem pemungutan totalan mah mending ane dukung ini gan

Sistem Pemungutan Suara Harus diubah, Ini pandangan Ane gan tentang skema seharusnya

Sekali lagi gan, ini hanya buah pemikiran ane karena kecintaan ane pada Negara Ini,
karena ane tinggal di pulau jawa, tapi sempat kerja dan main main di pelosok kalimantan, sumatera, jawa, dan Bali jd sedikit banyak pernah melihat ketimpangan ketimpangan yang ada di Indonesia

Please Correction Me If I’m Wrong gan


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.