Stres Orangtua Bercerai, Siswi Madrasah Nekat Gantung Diri Pakai Jilbab

TKP Korban semasa hidup
Stres orangtua bercerai, Siswi madrasah nekat gantung diri pakai jilbab

Stres orangtua bercerai, Siswi madrasah nekat gantung diri pakai jilbab

BINJAI – Berbekal kain jilbab miliknya, seorang siswi Madrasah Aliyah berusia 17 tahun bernama Tika nekat menjemput ajalnya sendiri dengan cara gantung diri di kamarnya. Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA tersebut meregang nyawa tak lama setelah menjeratkan lehernya pakai sehelai jilbab warna biru di atas plavon broti kamar rumahnya di Dusun X Karya Bakti, Desa Tandem Hilir II, Kec. Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang, Rabu (11/1) sekira pukul 13.30 Wib siang. Sebuah kursi lipat juga ditemukan terguling di TKP, di duga kuat menjadi tumpuan korban saat gantung diri.

Korban yang berparas cantik pertama kalinya ditemukan oleh Riski Imelda (15) sepupunya yang datang ke rumah tersebut bertujuan untuk memberikan surat undangan kegiatan remaja masjid. Korban memang diketahui cukup aktif dalam kegiatan remaja masjid. Sesampainya di rumah itu, Riski sempat merasa curiga karena panggilannya tidak disahuti oleh korban.

Akhirnya Riski pun memutuskan langsung masuk ke dalam kamar korban. Disana, alangkah terkejutnya Riski begitu menyaksikan korban sudah dalam keadaan menggantung dengan lidah menjulur dan mata melotot. Ia pun langsung pulang ke rumahnya dan memberitahukan kejadian itu kepada orang tuanya.

Mendengar itu, orang tuanya pun langsung bergegas ke rumah korban yang kebetulan bersebelahan dengan rumahnya. Selanjutnya, keluarga korban pun langsung memutuskan untuk melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya, sesampainya di rumah sakit korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Menurut hasil visum, korban murni gantung diri karena ditemukan bekas hitam di lehernya, lidah keluar, dan mengeluarkan kotoran BAB di anusnya. Lalu, korban pun kembali dibawa ke rumah duka untuk dimandikan dan disemayamkan.

Sejauh ini, pihak keluarga meyakini kalau korban nekat gantung diri karena frustasi. Sebab, kedua orang tuanya sudah 10 tahun berpisah. Kini korban tinggal seorang diri bersama neneknya di rumah tersebut. “Beberapa hari sebelum tewas, korban juga sempat bertanya kepada neneknya bagaimana rasanya mati, dan tentang surga “, terangnya.

Korban merupakan anak periang dari pasangan Anto (40) dan Rini (38). Diduga karena merasa tidak dipedulikan lagi oleh kedua orang tuanya yang memilih bercerai, membuat korban merasa frustasi dan stres lalu nekat menggantungkan dirinya sendiri sampai tewas. Korban juga sempat menuliskan pesan di selembar kertas “Maaf, aku harus pergi, aku lelah dengan semua ini, aku ingin istirahat yang tenang, do’akan aku supaya bisa beristirahat dengan tenang disurga-Nya. Aku pamit ya, maafin atas segala sikap, tingkah laku serta tutur bahasa yg mungkin pernah menyinggung dan kurang berkenan dihati kalian semua dan aku mohon maaf yg sebesar-besarnya.” Kertas tersebut ditemukan diatas sajadah yang masih terhampar, diduga sebelum bunuh diri korban melakukan ibadah shalat.

Kanit Reskrim Polsek Binjai, IPDA HM Firdaus SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa gantung diri tersebut.

SUMBER


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.